RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bekasi mengklaim madrasah tak kekurangan guru meskipun ada yang memasuki pensiun pada tahun ini.
Berdasarkan data Kemenag setempat, 11 guru jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA), purnatugas tahun ini. (lihat grafis)
Analis Kepegawaian Kemenag Kota Bekasi Nurhilal menyampaikan, jabatan guru akan memasuki masa pensiun pada usia 60 tahun. Ia menjelaskan, masa pensiun akan dihitung sesuai dengan bulan dan tahun kelahiran. Sehingga jika bulan kelahiran jatuh pada Maret, maka pada 1 April guru tersebut sudah tidak lagi bertugas.
“Kalo bulan kelahirannya Maret, gak langsung Maret pensiun. Akan dihitung bulan berikutnya tanggal pertama guru tersebut baru memasuki masa pensiun dan tidak lagi ditugaskan sebagai seorang guru,” jelasnya saat ditemui Radar Bekasi, Rabu (9/3).
Sampai dengan saat ini Kemenag Kota Bekasi memiliki kurang lebih 300 guru madrasah berstatus PNS. (lihat grafis) Dirinya mengklaim tidak kekurangan guru meskipun ada yang pensiun pada 2022 ini.
“Kalo madrasah alhamdulillah tidak kekurangan guru meskipun ada guru yang memasuki masa pensiun,” ucapnya.
Dikatakan, Kemenag Kota Bekasi selalu mengajukan ke Kemenag Pusat untuk diberikan pengganti dan mengisi kekosongan guru dari adanya guru pensiun.
Pengajuan pegawai dilakukan agar kekosongan guru yang ada tidak terlalu lama. Sehingga proses pembelajaran di tingkat madrasah tidak terganggu.
“Kekosongan yang ada jika diisi langsung itu lebih cepat lebih baik, makanya kita juga langsung melaporkan dan mengajukan agar kekosongan yang ada bisa cepat terisi,” pungkasnya. (dew)











