Berita Bekasi Nomor Satu
Bekasi  

Lewat Jalur Darat, Menembus Kabut Melintasi Selat

SURYA BAGUS/RADAR BEKASI : Suasanya diatas kapal menuju lombok barat (kiri)

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Setelah sukses mengeksplor keindahan alam wisata Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Januari 2022 lalu, kini Tim Gerakan Anak Negeri Radar Bogor Group akan menjelajahi pantai mandalika Nusa Tenggara Barat (NTB) sekaligus menjadi saksi ajang balapan bersejarah MotoGP 2022 melalui perjalanan darat. Seperti apa?

Laporan : Surya Bagus

Jarum jam menunjukkan pukul 19:00 WIB, tim harus segera bergerak, ada MotoGP Mandalika 18 sampai 20 Maret ini.Ya, Perjalanan darat Ekspedisi Gerakan Anak Negeri episode Spirit Of Mandalika dimulai dari gedung Graha Pena Bogor. Tim yang terdiri dari 18 orang bergerak menggunakan empat kendaraan roda empat ke ujung timur Pulau Jawa, dilanjutkan menyeberang laut menuju Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Senda gurau, saling memberikan semangat, hingga memberi informasi situasi lalu lintas menggunakan alat komunikasi genggam. Tim berasal dari Radar Bekasi, Radar Bogor, Radar Bandung, Radar Depok, Radar Sukabumi, Radar Cianjur, Metropolitan dan Pojoksatu.

Beberapa kali tim menepi untuk sekedar mengisi bahan bakar dan mengisi perut yang sudah ‘keroncongan’. Tidak banyak pemandangan yang bisa dilihat pada perjalanan malam hari, nyaris hanya nampak cahaya dari lampu jalan dan kendaraan.

Memasuki pukul 05:30 WIB, pemandangan padang rumput dan area persawahan sepanjang jalan Tol Trans Jawa mulai nampak. Beberapa kali hamparan hijau yang jarang ditemui di kota besar itu disamarkan oleh kabut pagi.

SURYA BAGUS/RADAR BEKASI
SEBELUM NYEBERANG : Wartawan Radar Bekasi Surya Bagus (kiri), saat berada di pelabuhan Tanjung Perak.

Jarak pandang dibatasi oleh kabut, saat itu kondisi jalan yang menghubungkan Kota-kota di Pulau Jawa itu cukup lengang. Setibanya di Surabaya Rabu 16 Maret sekira pukul 09:00 WIB, tujuan selanjutnya adalah Pelabuhan Tanjung Perak untuk melanjutkan perjalanan laut.

Informasi yang dihimpun oleh Radar Bekasi, ada beberapa spot menarik selama 20 jam perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Perak sampai Pelabuhan Lembar. Dua spot menarik, yakni Patung Jalesveva Jayamahe tidak lama setelah kapal berlayar menyusuri tepian pantai utara Pulau Jawa.

Sedikit menjauh dari spot pertama, kapal melintas dibawah jembatan sepanjang 5,4 km, membelah Selat Madura, menghubungkan Kota Surabaya dan Pulau Madura.

“Kapal akan melintasi jembatan Suramadu, jembatan sepanjang 5,4 km, menghubungkan Kota Surabaya dengan Pulau Jawa. Penumpang dipersilahkan untuk naik ke bagian atas kapal,” demikian informasi yang disampaikan oleh awak kapal melalui pengeras suara.

Sesaat setelah diinformasikan, berduyun-duyun penumpang kapal baik ke bagian atas. Telepon genggam dan kamera tidak boleh luput untuk mengabadikan gambar saat berada di bawah jembatan, atau memilih untuk mengambil gambar sebelum dan sesudah kapal melintasi jembatan, foto berlatar belakang jembatan Suramadu.

Bagian atap kapal sekejap dipenuhi para penumpang, seakan tidak ingin melewatkan momen ini. Sekejap nampak di bagian atap kapal terdapat bangku dan kursi tertata rapi, disediakan bagi penumpang untuk bercengkrama atau sekedar menikmati udara bebas.

Ada enam spot lain yang sedianya bisa disaksikan oleh para penumpang. Diantaranya PLTU Paiton ketika kapal melanjutkan perjalannya ke arah timur, Hiu Tutul di perairan sekitar pantai pasir putih, Gunung Baluran dari tengah laut, Lumba-lumba saat memasuki perairan Bali, Gunung Agung saat memasuki Selat Lombok, dilanjutkan pemandangan gunung Rinjani.

Sayang, sekira 1,5 jam saja sore di atas kapal. Memasuki pukul 18:00 WIB, hari mulai gelap, tidak ada pemandangan selain deretan cahaya lampu di ujung laut yang nampak. Di Atas kapal nampak penumpang berasal dari komunitas sepeda hingga komunitas motor menumpang kapal dengan kapasitas angkut 500 orang dan puluhan kendaraan, mulai dari kendaraan roda dua hingga kendaraan barang. (bersambung)