
RADARBEKASI.ID, BEKASI- PPKK DPD LDII Kota Bekasi gelar kegiatan Webinar berjudul, Membangun komunikasi efektif di dalam keluarga, secara daring melalui paltform zoom meeting di 300 titik dengan narasumber Ketua Bidang PPKK DPP LDII, Dr Siti Nurannisaa, P.B., S.Sn. M.Pd, pada Sabtu (19/3) kemarin. Dalam kegiatan itu, turut hadir istri dari Plt Wali Kota Bekasi, selaku Plt Ketua TP PPKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono yang didapuk jadi Keynote Speaker.
Dalam sambutannya, Ketua DPD LDII Kota Bekasi, Ir. H. Ary Widjanarko menyampaikan, bahwa kegiatan ini sebagai bukti kontribusi LDII untuk Kota Bekasi dalam rangka HUT ke 25 yang juga sebelumnya telah mengadakan kegiatan vaksinasi booster. Menurutnya, jika webinar ini bertujuan sebagai pemberdayaan perempuan, dan keluarga.
“Dan dalam era komunikasi dan transformasi digital ini, tentu komunikasi menjadi penting, karena sangat efektif dalam pola pendidikan anak, dan juga pola asuh anak, serta sebagai cara untuk menyelesaikan masalah-masalah dengan baik,” ujarnya saat berikan sambutan di acara tersebut.
Wiwiek Hangoro, sebagai keynote speaker sebelum webinar dimulai menuturkan, jika di saat memilih seorang wanita atau pria untuk duduk di pelaminan buat mengarungi sebuah bahtera rumah tangga itu, sebenarnya sudah memutuskan untuk menerimanya sebagai teman hidup di dalam satu paket, kelebihan dan kelemahannya.
“Cinta yang kuat, namun komunikasi kurang akan memudar. Sebaliknya tetap utuh, sebab menjalin komitmen bahwa kalau pernikahan adalah Ibadah, tuk bagaimana saling belajar untuk menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing sehingga keluarga menjadi sehat dan saling menyayangi,” tuturnya.
“Bagi saya keluarga, adalah wahana utama dalam memberi pengasuhan ke anak-anak dan berperan penting membangun karakter bangsa yang mulia. Keluarga itu, memainkan posisi penting dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila dan 8 fungsi keluarga, mulai fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, serta perlindungan, lalu fungsi reproduksi, fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi ekonomi, serta fungsi pembinaan lingkungan,” papar Wiwiek.
Sebagai seorang Ibu maka kita di tuntut untuk memahami dan proses belajar dalam mendidik dan berkomunikasi yang baik, karena sejatinya Ibu adalah seorang yang mengandung, melahirkan, memahami karakter anak, menjadi sekolah pertama bagi anak, sebagai patner anak dan suami, menjadi pendengar serta saling mengasihi dan memberi nasehat, Ibu yang modern bagaimana dia seperti manager, mampu mengelola tugas membantu suami, sehingga terpenuhi kebutuhan suami dan anak-anak.
Tips bagi peserta webinar, kata dia, bahwa ketika menentukan jodoh maka pahami visi dan misi calon, karena dengan kepercayaan akan tumbuh setelah menikah dan hidup bersama, membuat keluarga yang terbuka dan komunikatif. Sebagai contohnya, antara dirinya dan Mas Tri mempunyai waktu untuk diskusi setiap habis sholat subuh, dan setiap habis sholat magrib berkomunikasi dengan anak-anak, serta meluangkan waktu berbuka puasa di rumah setiap puasa senin- kamis.
“Dan kami menjadwalkan waktu untuk family time dalam kesibukan mas Tri, beliau sendiri pulang kerja selalu melihat kamar anak untuk melihat, memeluk sambil bisikin motivasi di telinga anak-anak, serta yang penting adalah momen-momen hari spesial keluarga seperti hari ulang tahun yang dirayakan bersama-sama,” ucapnya.
Sementara itu, Siti Nurranisa memaparkan, sebagai dasar membentuk generasi unggul itu merupakan salah satu pondasi strategis dalam pendidikan bangsa ke depan.
“Jadi, pendidikan dimulai dari anak usia dini karena di sini penanaman nilai-nilai karakter dimulai sebagai potensi awal. Untuk menjadi modal dasar melanjutkan hidup dan kehidupan generasi kedepan. Untuk itu, diperlukan kepekaan, serta bisa berkomunikasi yang efektif.
Menurutnya, Rumah Tangga yang terdiri dari suami, istri dan anak adalah pelengkap bagi satu sama lain. Ibarat puzzle, bentuk keping bisa saja berbeda namun justru perbedaan itu yang menjadi pelengkap satu sama lain.
“Dan supaya terbentuk gambar yang utuh itu, menyatukan kepingan itu tentu saja sangat memerlukan komunikasi, usaha, sehingga menjadikan hubungan keluarga yang sakinah mawadah warohmah dan harmonis,” tutur Siti Nurranisa.
Dia menjelaskan, tujuan komunikasi adalah membangun relasi dari berbagai hubungan dalam kehidupan. “Pada akhirnya, manusia mengharapkan punya relasi atau hubungan yang harmonis dengan dirinya sendiri dan orang di sekitarnya. Tak hanya itu, dengan lingkungan alam yang ada di sekelilingnya juga diperlukan, apalagi dengan Allah SWT,” pungkasnya. (mhf)











