Berita Bekasi Nomor Satu
Bekasi  

Okupansi Hotel masih Landai

ILUSTRASI: Bangunan hunian vertikal dan hotel di kawasan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Selasa (29/3). PHRI Kota Bekasi mengungkapkan okupansi hotel belum ada peningkatan signifikan. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Menurunnya kasus Covid-19 belum berdampak signifikan bagi usaha hotel di Kota Bekasi. Okupansi atau keterisian kamar hotel masih terbilang landai.

Hal itu juga dibenarkan Ketua Umum Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bekasi, Abdul Rosyad Irwan ketika dikonfirmasi Radar Bekasi, Selasa (29/3).

Ia mengatakan belum ada peningkatan okupansi hotel, karena kegiatan pemerintah maupun sejumlah lembaga masih belum stabil.

“Peningkatannya tidak cukup signifikan, belum terasa. Karena memang dari aspek Kota (Pemerintah) dan lembaga lain belum bergerak perihal kegiatan yang melibatkan kita,”paparnya.

Yan Rasyad sapaan akrabnya menyebut belum pulihnya perekonomian pasca gempuran Covid-19 juga menjadi penyebab meski saat ini kasus mulai melandai.

“Jadi kalau hotel itu ga seperti yang lain, setelah PPKM dan Covid-19 sudah melandai tidak semerta-merta naik sesuai kebutuhan seseorang juga, kedua ada aspek pengaruh dan situasi dan ekonomi. Intinya kegiatan kegiatan belum banyak berjalan,” tegasnya.

Terlebih, Kota Bekasi bukan merupakan tujuan wisata, beda halnya hotel-hotel yang bersinggungan langsung dengan lokasi wisata yang kemungkinan besar mengalami peningkatan.

Untuk hotel di Kota Bekasi banyak digunakan pelaku bisnis atau pengusaha hingga kegiatan pemerintahan. “Kita kan bukan daerah tujuan wisata, kalau kita lebih banyak kegiatan bisnis di Bekasi,” tuturnya.

Selama Ramadan diakuinya, keterisian hotel juga diprediksi akan mengalami penurunan karena minimnya kegiatan yang bersinggungan langsung dengan hotel.

“Bulan puasa menurun, karena kegiatan kebanyakan dilakukan di rumah, karena kegiatan di batasi, paling yang ada keperluan di bisnis yang menginap di hotel,”papar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum KONI Kota Bekasi ini.

“Untuk briefing atau rapat di hotel di bulan puasa gak ada. paling buka puasa,” lanjutnya.

Berbeda dengan hotel, untuk restoran justru mengalami peningkatan setelah adanya pelonggaran PPKM. Saat Ramadan, pengunjung restoran dipastikan bakal meningkat. “Untuk restoran sendiri sudah mengalami peningkatan. Seperti untuk bulan puasa biasanya peningkatan di minggu kedua, biasanya untuk buka puasa,” tutupnya. (cr1)