Berita Bekasi Nomor Satu

Dorong Pengadaan Armada Sampah Lingkungan

ILUSTRASI: Truk sampah melintas di flyover Rawapanjang, Kota Bekasi, belum lama ini.Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup akan menghapus 40 unit armada truk sampah karena tak laik beroperasi. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumurbatu semakin bertambah volumenya. Sedangkan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu yang berada di Kecamatan Bantargebang Kota Bekasi terus berkurang.

Kemudian, Armada yang dimiliki Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi untuk mengangkut sampah banyak yang rusak. Sehingga pengangkutan sampah menjadi tidak maksimal.

Kondisi itu juga menjadi perhatian Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim. Arif mengatakan, bergambar dari Kabupaten Sukabumi. Kabupaten yang cukup padat itu memiliki dump truck mini. Seperti mobil carry yang ada dumnya, mobil tersebut bisa mobile masuk ke dalam-dalam perkampungan dan bisa mempercepat pengambilan sampah di rumah-rumah sehingga tidak menimbulkan keterlambatan. Bau dan banyak dihinggapi binatang-binatang.

“Ini yang ingin kami terapkan di bekasi ini ada mobil dump truk mini yang bisa mengangkut sampah dari dalam lingkungan warga. Walaupun kita pernah tahun kemarin menganggarkan Baktor pengangkut sampah. Tapi saya rasa ini kurang maksimal, apalagi masyarakat Kota Bekasi sekarang ini sudah cukup padat,” katanya kepada RADARBEKASI.ID, Senin (6/6).

Untuk memobilisasi pengangkutan sampah ini, sambung Arif, dapat lebih cepat dengan dump truck mini tersebut yang kapasitasnya dapat mencapai 1,5 ton.

Dan pihaknya siap mendorong dan ini adalah rekomendasi untuk pemerintah daerah untuk segera menyiapkan kendaraan tersebut.

“Ya karena bagaimanapun juga sampah menjadi sebuah problem yang harus bisa kita selesaikan. Apalagi Kota Bekasi makin tahun makin bertambah masyarakat yang menetap di Kota Bekasi,” ucapnya.

Disamping itu, dirinya berpesan kepada masyarakat Kota Bekasi saat sekarang ini cuaca tidak menentu dan hujan lebat sering mengguyur Kota Bekasi. Maka dari itu, sungai-sungai jangan sampai terhambat oleh sampah.

Buang sampah pada tempatnya, dijaga saluran-saluran air agar tidak terjadi banjir seperti dimana-mana.

“Saya mengajak para pedagang juga yang berada di pasar-pasar tradisional karena hampir saluran sungai yang ada di sekitaran pasar itu pasti terhambat dengan sampah. Kita sama-sama menjaga supaya kota kita tetap bersih sehat dan aman dari banjir,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, pihaknya berharap LH bekerja optimal didukung dengan pengadaan-pengadaan armadanya yang memadai.Kalau dilihat memang jauh dari optimal, cuma tidak bisa menyalahi karena memang harus sesuai dengan pengadaan transportasinya.

Maka dari itu, Komisi II akan siapkan untuk membantu penganggaran untuk Dinas LH-nya. Dukungannya akan koordinasi dengan Kementerian LH pusat membahas terkait perkembangan sampah di Kota Bekasi dan sampah DKI Jakarta di Kota Bekasi.

“Jadi kami akan berkoordinasi dengan Kementerian LH agar bisa mensuport DLH Kota Bekasi supaya lebih maksimal dan optimal penanganan sampah di Kota Bekasi,” ungkapnya. (rb).