Berita Bekasi Nomor Satu

Bapenda Klaim Pendapatan Pajak Tiket Sesuai

Illustrasi : Sejumlah pekerja sedang melakukan perawatan Stadion Wibawa Mukti, di Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Minggu (12/6). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Nadih Arifin mengklaim hasil penerimaan pajak dari tiket penonton pada laga uji coba Persija vs Sabah FC di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Minggu (5/6) lalu sesuai.

Nadih mengaku, penerimaan PAD dari hasil penjualan tiket pertandingan uji coba Persija vs Sabah FC yang di korporasi Bapenda berdasarkan perhitungan jumlah tiket yang dijual habis penyelenggara sesuai yang telah dilaporkan jajarannya.

“Jadi, untuk PAD yang kami kelola itu hanya dari penjualan tiket saja, dan nilai yang kami terima sesuai dari hasil korporasi Bapenda bersama pihak penyelenggara sebelumnya. Kebetulan tiket habis, sehingga hitungannya di angka Rp1, 4 M lebih sesuai yang dilaporin bu Kaban,” kata Nadih kepada Radar Bekasi.

Dari nilai itu, pajak yang masuk ke Bapenda sebesar Rp 149.417.900 atau sepuluh persen dari nilai total penjualan tiket.”Itu sesuai dari laporan anak buah saya, dan nggak mungkin dia bohong. Kalau memang nggak sesuai dia bisa kena,” sambungnya.

Adapun saat ditanya mengenai potensi PAD di sektor retribusi parkir di area stadion saat pertandingan, Nadih meminta agar ditanya langsung Kasubid Pengembangan Bapenda. “Tanya ke beliau ya, saya sudah sampaikan agar menjelaskan hal itu,” pungkasnya.

Terpisah, Anggota Banggar DPRD dari Fraksi PAN Kota Bekasi, Evi Mafriningsianti meminta, sesuai rekomendasi DPRD dari pembahasan LHP BPK atas LHPD Kota Bekasi, terkait penerimaan PAD Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi segera inisiasi dan intensifkan proses online transaction.

Hal itu meliputi berbagai proses baik untuk retribusi, pungutan maupun pajak, sebagai refleksi dari inisiatif Smart City.

“Iya kita dorong untuk segera menginisiasi dan intensifkan proses online transaction di setiap proses penerimaan PAD dalam rangka refleksi Smart City yang sudah digagas dalam Perda guna mereduksi dan mengeliminasi kebocoran pendapatan,” tegas Evi. (mhf).