Pendidikan

Guru Harus Kembali Terapkan Lesson Study

Leson-Study
ILUSTRASI: Sejumlah siswa terlihat berdiskusi di halaman kelas. Kadisdik Provinsi Jawa Barat (Jabar), Dewi Sartika mengimbau guru di sekolah agar kembali menerapkan ”Lesson Study” untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalisme guru.Ist

Radarbekasi.id – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Dewi Sartika mengimbau guru di sekolah agar kembali menerapkan ”Lesson Study” untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalisme guru di Jawa Barat. Penerapan tersebut menjadi peluang bagi guru agar dapat leluasa memberikan pemahaman/pembelajaran bagi peserta didik.

”Kita harus menyelamatkan waktu anak-anak saat berada di kelas. Anak-anak wajib diberi pemahaman yang benar oleh guru. Mereka harus mempunyai waktu berkualitas agar memiliki karakter di masa depan,” ujar Kadisdik saat menggelar audiensi bersama PGRI Provinsi Jawa Barat di Operational Room (Opro) Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Selasa (21/1) dikutip dalam laman resmi Disdik Jabar.

Kadisdik menjelaskan, lesson study merupakan upaya pendekatan secara kolaboratif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru. Guru harus dapat merancang langkah-langkah pembelajaran, melaksanakan dan mengamati pembelajaran serta melakukan refleksi dengan mendiskusikan kembali pokok-pokok bahan ajaran.

”Sehingga, siswa di kelas bisa langsung terhubung dengan aktivitas guru selama mengajar di kelas. Di sini, siswa bisa menjadi aktif, kritis, dan terbentuk keberanian,” tutur Kadisdik.

Lesson study juga, lanjutnya, menyadarkan guru bahwa mereka mempunyai tanggung jawab lebih terhadap peserta didiknya. Guru harus merasa khawatir jika tidak berhasil membawa generasi muda bersaing di era revolusi industri 4.0.

Menurut Kadisdik, melalui lesson study, siswa langsung terlibat dalam proses pembelajaran. Sehingga, kreativitas pun lebih meningkat, baik dalam kegiatan diskusi maupun saat diajukan berbagai pertanyaan terkait materi yang sedang dibahas. ”Saat diskusi, kemampuan siswa akan terlihat sehingga suasana menjadi hidup dan kegiatan pembelajaran pun lebih terpusat pada siswa,” pungkasnya. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Dewi Sartika mengimbau sekolah-sekolah agar kembali menerapkan ”Lesson Study” untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalisme guru di Jawa Barat. Penerapan tersebut menjadi peluang bagi guru agar dapat leluasa memberikan pemahaman/pembelajaran bagi peserta didik.

”Kita harus menyelamatkan waktu anak-anak saat berada di kelas. Anak-anak wajib diberi pemahaman yang benar oleh guru. Mereka harus mempunyai waktu berkualitas agar memiliki karakter di masa depan,” ujar Kadisdik saat menggelar audiensi bersama PGRI Provinsi Jawa Barat di Operational Room (Opro) Kantor Disdik Jabar, Jln. Dr. Radjiman No. 6, Kota Bandung, Selasa (21/1).

Kadisdik menjelaskan, lesson study merupakan upaya pendekatan secara kolaboratif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru. Guru harus dapat merancang langkah-langkah pembelajaran, melaksanakan dan mengamati pembelajaran serta melakukan refleksi dengan mendiskusikan kembali pokok-pokok bahan ajaran.

”Sehingga, siswa di kelas bisa langsung terhubung dengan aktivitas guru selama mengajar di kelas. Di sini, siswa bisa menjadi aktif, kritis, dan terbentuk keberanian,” tutur Kadisdik.

Lesson study juga, lanjutnya, menyadarkan guru bahwa mereka mempunyai tanggung jawab lebih terhadap peserta didiknya. Guru harus merasa khawatir jika tidak berhasil membawa generasi muda bersaing di era revolusi industri 4.0.

Menurut Kadisdik, melalui lesson study, siswa langsung terlibat dalam proses pembelajaran. Sehingga, kreativitas pun lebih meningkat, baik dalam kegiatan diskusi maupun saat diajukan berbagai pertanyaan terkait materi yang sedang dibahas. ”Saat diskusi, kemampuan siswa akan terlihat sehingga suasana menjadi hidup dan kegiatan pembelajaran pun lebih terpusat pada siswa,” pungkasnya. (oke/tim)

Close