Bisnis

JAPNAS Bekasi Target Perusahaan Milik Anggotanya Melantai di Pasar Bursa 2025

FOTO BERSAMA: Jajaran PC JAPNAS Bekasi masa bhakti 2020-2025, foto bersama disela acara pelantikan di Hotel Santika Mega City Bekasi, Rabu (22/1). Foto: Eko Iskandar

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pengurus Cabang (PC) Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS) Bekasi menargetkan ada perusahaan milik anggotanya melantai di pasar bursa atau go public pada 2025 mendatang. Ketua Umum PC JAPNAS Bekasi Eddie Rukminto mengungkapkan, pada tahun ini pihaknya akan melakukan program clustering dan levelling up. Saat ini JAPNAS Bekasi memiliki lebih dari 100 anggota.

Adapun sektor usaha yang digeluti oleh para anggotanya bermacam-macam. Mulai dari usaha kuliner, jasa, wisata, konstruksi, logistik, migas, hingga e-commerce.

”Ini harus di clustering untuk membentuk kekuatan, karena JAPNAS identik dengan sinergi dan business matching,” ungkap Eddie dalam sambutan acara pelantikan PC JAPNAS Bekasi masa bhakti 2020-2025 di Hotel Santika Mega City Bekasi, Rabu (22/1).

Lebih lanjut, Eddie mengungkapkan, sinergi dapat dilakukan dengan membentuk usaha patungan (joint venture), koperasi, maupun perusahaan baru. Dengan demikian, level usaha para anggotanya dapat meningkat.

”Yang kecil jadi menengah, yang menengah menjadi besar, dan besar menjadi semakin besar. Roadmap-nya di 2025, harapan kita salah satu perusahaan di Bekasi ini minimal ada yang bisa go public,” imbuh pengusaha di bidang logistik ini.

Diketahui, untuk menjadi perusahaan terbuka, perusahaan tersebut harus berbentuk perseroan atau PT. Kemudian ada batas waktu lamanya perusahaan beroperasi sehingga bisa dinyatakan terbuka. Perusahaan kecil seperti usaha kecil menengah (UKM) harus beroperasi minimal 12 bulan dan total asetnya minimal Rp 5 miliar. Sedangkan perusahaan besar harus sudah beroperasi selama 36 bulan dengan total aset minimal Rp 100 miliar.

Eddie optimis, melalui dukungan dari pengurus di tingkat provinsi maupun pusat, target perusahaan di Bekasi melantai di pasar bursa lima tahun mendatang dapat terwujud.

”Mudah-mudahan dengan dukungan JAPNAS Jabar dan JAPNAS Pusat, roadmap itu bisa tercapai,” harapnya.

Ketua Umum Pengurus Wilayah JAPNAS Jawa Barat Iwan Gunawan, berharap, JAPNAS Bekasi bisa membangun jejaring baik secara horizontal, vertikal, maupun lateral. Menurut Iwan, JAPNAS penting untuk dibangun. Jangan sampai menjadi organisasi yang tidak melahirkan wirausaha yang berkembang.

”Kami ingin ber-JAPNAS ria ini sebagai eksen grup, bagaimana JAPNAS bisa meningkatkan omset, aset dan tentu nilai usahanya bisa berkembang maupun bisa di dorong menjadi perusahaan publik yang diakui tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga nasional,” ujar Iwan, dalam kesempatan yang sama.

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengungkapkan, ekonomi makro Kota Bekasi luar biasa. Tingkat pertumbuhan ekonomi diangka 5,8 persen, dimana nasional hanya sekitar 5 persen. Kemudian juga peredaran uang di Kota Bekasi luar biasa. Dengan demikian, apapun yang dijual pasti laku. Tetapi, diakuinya masih terdapat masalah di wilayahnya yakni pengangguran.

Ia menyebut, jumlah pengganguran di Kota Bekasi hampir mencapai 150 ribu jiwa. Melalui program lapangan kerja, dapat menyerap 30 ribu jiwa per tahunnya.

”Harapannya dengan adanya JAPNAS ikut berkontribusi, ikut membangun, tumbuh ekonomi, dan buka lapangan kerja. Sehingga Kota Bekasi menjadi kota yang luar biasa,” ujar Tri. (oke)

Tags
Close