BekasiBerita UtamaMetropolis

Disnaker Siap Dorong Pekerja dan Pengusaha Patuhi K3

Disnaker
SAMBUTAN: Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto memberikan sambutan serta membuka Seminar K3 di Pendopo Wali Kota Bekasi, Sennin (10/2). AHMAD PAIRUDZ/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Aliansi Buruh Kota Bekasi yang tergabung dari berbagai Serikat Pekerja (SP) di Kota Bekasi menghelat Seminar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Pendopo Kantor Wali Kota Bekasi, Senin (10/2). Kegiatan ini mengusung tema ”Tahun 2020 Optimalisasi Kemandirian Masyarakat Berbudaya K3”.

Kegiatan dibuka Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi Ika Indah Yarti. Pembicara dalam seminar ini yakni Anggota DPR RI Komisi IX Obon Tabroni, Wakil Ketua Presiden K-SPSI R. Abdullah, Presiden K-SPI Said Iqbal, Direktur LION Indonesia Firman Budiawan dan perwakilan INABAN Dr Suraya.

Kadisnaker Kota Bekasi, Ika Indah Yarti mengatakan, kegiatan bulan K-3 memang harus digalakkan kembali.

Menurutnya, pelaksanaan K3 di Kota Bekasi masih kurang optimal dikarenakan fungsi pengawasan sudah diambil alih Pemerintah Provinsi jabar. Namun, lanjut Ika, pengawas terus berkoordinasi dengan Disnaker Kota Bekasi. Sehingga pengawasan terhadap K3 ini dapat terdata dengan baik.

Disnaker
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi, Ika Indah Yarti

Hingga saat ini pihaknya belum memiliki data detail terkait dengan persoalan K3 di Kota Bekasi. ”Karena masing-masing pihak seperti BPJS ketenagakerjaan dan kesehatan memiliki data sendiri,” katanya pada kegiatan Seminar K3 di Pendopo Wali Kota Bekasi kemarin.

Dia menyatakan, peran serta BPJS Ketenagakerjaan sangat besar. Karena, mereka berwenang mendata adanya kecelakaan kerja yang diklaim oleh pekerja itu sendiri. Sementara, peran dari BPJS Kesehatan yakni terkait perlindungan kesehatan tenaga kerja dengan memberikan pembinaan terkait kesehatan ketenagakerjaan di Kota Bekasi.

Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adianto membacakan sambutan dari Menaker RI dalam rangka kampanye bulan K-3 tahun 2020 dengan tema ”Optimalisasi Kemandirian Masyarakat Berbudaya K3 Pada Era Revolusi Industri 4.0 Berbasis Teknologi Baru”.

Disnaker
PEMBUKAAN: Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto (keempat kanan), Anggota DPR RI, Obon Tabroni (ketiga kiri), Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi, Ika Indah Yarti (kelima kanan) serta sejumlah serikat pekerja dan pengusaha berdiri untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya. AHMAD PAIRUDZ/RADAR BEKASI

”Saat ini kita konsentrasi terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja K3 ini yang pertama adalah tentunya payung hukum yang perlu kita dorong untuk diubah karena sudah hampir 50 tahun UU tersebut merupakan UU yang pertama dibuat,” sambutnya.

Lanjut dia, yang perlu dilakukan yakni membangun kesadaran tenaga kerja dan pengusaha terkait dengan sarana dan prasarana keselamatan dan kesehatan kerja. Hal itu perlu peran pemerintah daerah dan pemerintah pusat serta serikat pekerja.

”Kita akan mengajak universitas dan kaum akademisi untuk ikut peduli dan mendorong agar lebih bisa diterima oleh pekerja yang ada di Kota Bekasi. Untuk pengawasan tenaga kerja, pengawas PNS di bidang ketenagakerjaan masih minim yang memiliki sertifikasi sebagai penyidik, ini juga akan kita dorong agar kedepannya staf pengawas kemudian mendapatkan sertifikasi sebagai penyidik pegawai negeri sipil, dengan demikian keselamatan kerja dapat terpantau oleh penyidik di Kota Bekasi,” tutupnya.

Selanjutnya, Anggota Komisi IX DPR RI, Obon Tabroni mengapresiasi kegiatan tersebut. Karena baru di Kota Bekasi saja yang peduli dengan K3 sedangkan di Kabupaten Bekasi sebagai kawasan industri belum ada kegiatan demikian.
”Saya harap kedepan tidak hanya di Kota Bekasi saja mengadakan Seminar K3, Kabupaten bekasi juga saya harap bisa melakukan seminar ini, karena K3 sangat penting untuk pekerja mengetahuinya,” tukasnya.(pay/adv)

Related Articles

Back to top button