Bekasi

Polisi Awasi Penjualan Gas ’Melon’

AGEN GAS:Petugas menata gas tiga kilogram di agen gas elpiji di Jalan Dewi Sartika, Margahayu, Bekasi Timur, Selasa (24/3). Kelangkaan dan melonjaknya harga membuat polisi melakukan pengawasan. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Harga tabung gas elpiji 3kg di tingkat pengecer mulai melambung dan terjadi kelangkaan. Harga dipasaran mencapai Rp22 ribu hingga Rp25 ribu. Harga jual pengecer tersebut jauh dibandingkan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) gas melon Rp16 ribu.

Berangkat dari informasi yang diterima oleh masyarakat, Polres Metro Bekasi Kota melakukan inspeksi mendadak (sidak) di salah satu agen gas elpiji di kawasan Bekasi Timur Kota Bekasi.

Sesampainya di Jalan Dewi Sartika, RT 003/006, nomor 75, Kelurahan Margahayu Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, nampak tumpukan gas masih dalam keadaan terisi dan siap untuk didistribusikan oleh agen gas PT Empang Guci Sakti.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Arman menyebut bahwa pihaknya menerima informasi dari masyarakat adanya kenaikan harga gas melon hingga Rp25 ribu. Ia menduga ada permainan ditingkat pengecer, fenomena ini akan ditelusuri lebih lanjut.

“Kenapa bisa jadi Rp25 per tabung, ini yang akan kita cari tahu, kemungkinan besar ada permainan di pangkalan dan pegecernya,” katanya.

Masyarakat dihimbau untuk tidak panik dan membeli kebutuhan gas melon dalam jumlah banyak, kondisi ini akan membuat munculnya peluang penyelewengan di tingkat pangkalan atau pengecer. Epidemi global yang terjadi saat ini pasti menimbulkan dampak, diakui akan banyak pihak yang bermain terhadap harga jual kebutuhan pokok termasuk gas melon.

Sementara, Pemilik Agen, Udin mengatakan bahwa pasokan gas masih normal, tidak ada kelangkaan. Ditengarai, kepanikan warga mendorong masyarakat membeli gas melon dalam jumlah lebih banyak dari biasanya. Keadaan ini pun tak ayal dimanfaatkan oleh oknum nakal.

“Jadi warga kaya sepertinya akan takut kehabisan. Maka dia membeli tabung yang dia punya, jika punya dua,  maka diisidua-duanya, nyetok. Nah itu mungkin yang bikin lonjak harga di bawah,” ungkapnya, Selasa (25/3).

Harga ditingkat agen, dijabarkan tetap berada di angka Rp14.250. Merasa harga jualnya masih normal, ia meminta kepada pengecer untuk tidak melebihi HET yang telah ditentukan.

Sementara itu, salah satu pedagang makanan siap saji di kawasan Bekasi Timur, Deni menyebut bahwa dewasa ini harga gas melon yang biasa ia beli Rp22 ribu.

“Masih normal sih Rp22 ribu, tapi kemarin kata yang nganter udah mulai susah dicarinya,” singkatnya saat ditemui.

Sebelum gas melon, beberapa waktu lalu pelaku UMKM juga mengeluhkan melonjaknya harga gula pasir dan bawang bombay di pasaran. (sur)

Close