BekasiBerita Utama
Trending

Wilayah Perbatasan Ditutup

Isolasi Kemanusiaan Dimulai Hari Ini

SPANDUK HIMBAUAN : Pengendara melintas di depan spanduk himbauan “Lockdown” di Jalan Bunga Raya, Perumahan Pondok Timur, Mustika Jaya, Kota Bekasi, Minggu (29/3). Pemerintah Kota Bekasi menghimbau seluruh RW di Kota Bekasi melakukan isolasi kemanusiaan untuk mencegah penyebaran wabah virus Corona (Covid-19). RAIZA SEPTIANTO/ RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah daerah akhirnya mengambil langkah tegas untuk memerangi virus Corona, yakni dengan melakukan karantina wilayah. Hal ini dilakukan setelah korban virus Corona terus mengalami peningkatan.

Ya, belasan jalan kota yang berada di perbatasan mulai hari ini bakal dijaga ketat oleh petugas, kecuali jalan provinsi dan jalan nasional. Jalan kota yang diinventarisir berbatasan dengan wilayah Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bogor, dan Provinsi DKI Jakarta sebanyak 16 titik. Pemerintah Kota Bekasi menyebut kebijakan ini sebagai isolasi kemanusiaan.

Penyebaran virus ini menurut Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi cukup masif, pasalnya dari 2000 alat rapid test masif yang digunakan, 15 kasus diantaranya dinyatakan positif Covid-19. Warga Kota Bekasi dihimbau untuk melakukan isolasi kemanusiaan berbasis RT dan RW masing-masing. Selain itu, Pemerintah Kota Bekasi juga berniat untuk mengurangi jumlah rute kereta api yang akan diajukan kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI), dan mengurangi operasional bus di terminal Bekasi dan terminal DAMRI.

Dari jumlah sebelumnya sebanyak 19 kasus terkonfirmasi positif, saat ini jumlah tersebut bertambah menjadi 34 kasus. Sementara, untuk status Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah menjadi 241, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah menjadi 117 kasus.

“Saya sampaikan juga yang kemarin rapid test yang 2000 itu itu ditemukan terhitung hari ini menjadi 15 orang (positif covid) jadi yang positif seluruhnya di Kota Bekasi ada 34 orang),” terangnya saat dijumpai di halaman Stadion Patriot Candrabhaga, Minggu (29/3).

Jika disetujui oleh jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah, maka jalan-jalan kota yang berbatasan dengan wilayah lain akan dijaga oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub). Setiap orang yang melintas di perbatasan harus melalui pemeriksaan ketat suhu tubuh.

Untuk warga yang didapati memiliki suhu tubuh 38 derajat, maka disarankan untuk tidak melintas, dan melakukan isolasi mendiri. Setiap titik akan dijaga tujuh hingga delapan petugas.

Rahmat menolak jika dikatakan kebijakan ini upaya untuk lockdown atau semi lockdown. Senada dengan beberapa wilayah warga di Kota Bekasi yang sudah mulai membatasi pergerakan warganya keluar masuk wilayah tempat tinggal.

“Kalau orang yang mau keluar begitu dipakai thermogun dia 38,balik isolasi. Kalau ada yang mau masuk 38 balik ke daerah asal dia. Mulai senin Insya Allah. Kita sudah sediakan, thermogun-nya, personilnya sudah,” lanjut Rahmat.

Disampaikan, dalam menghadapi pendemi ini, Gubernur Jawa Barat sudah membuat kebijakan termasuk memberikan bantuan kepada setiap KK Rp 500 ribu untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pemerintah Kota Bekasi juga tengah menghitung kebutuhan yang akan diberikan kepada sekira Rp 100 ribu KK yang berhak menerima tambahan bantuan.

Sementara itu, Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bekasi semakin meluas setiap harinya.

Peningkatan kasus Covid-19 cukup drastis, dari data pada Sabtu (28/03), Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 296, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 85, dan pasien positif sebanyak 18. Sedangkan data pada Minggu (29/03), Orang Dalam Pemantauan (Odp) 496, Pasien Dalam Pengawasan (Pdp) 109, dan Positif 20.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Kordinasi Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah mengatakan, peningkatan kasus penyebaran Covid-19 terjadi di beberapa wilayah seperti di Cikarang Timur, Cikarang Utara, Tambun Selatan, Cibarusah, dan Setu. Kata Alamsyah, ada beberapa faktor yang membuat penyebaran Covid-19 mengalami peningkatan.

Alamsyah menjelaskan, peningkatan kasus ini rata-rata pada orang yang ada di Cluster Hipmi yang kontak cluster bupati Karawang, lalu aktif kontak tracking dilapangan, dan adanya perubahaan kriteria ODP dan PDP dari Kemenkes. Dimana lebih longgar diagnosisinya, sehingga yang terjaring ODP dan PDP lebih banyak.

“Iya ada peningkatan. Penambahan yang pasien positif di wilayah Jatimulya. Untuk peningkatan ODP dan PDP karena ada perubahaan kriteria dari Kemenkes. Jadi yang terjaring ODP dan PDP lebih banyak,” ujarnya saat dihubungi Radar Bekasi, Minggu (29/03).

Menurutnya, dengan adanya peningkatkan kasus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bekasi, pihaknya akan melakukan percepatan penanganan melalui gugus tugas sampai ke tingkat Rt dan Rw. Alamsyah memaparkan, yang dimaksud percepatan penanganan seperti menyiapkan dana, penguatan sosialisasi tentang isolasi.

Kemudian, menyiapkan fasilitas kebersihan umum seperti kran air di terminal dan pasar, penyemprotan tempat-tempat umum, menggalang CSR untuk membantu bahan makanan dan Alat Pelindung Diri (APD), seluruh OPD menyusun langkah kongkrit untuk Covid19, dan terakhir surveilans wilayah.

“Kita melakukan percepatan penanganan melalui gugus tugas smapai tingkat Rt dan Rw, dibawah kendali ketua gugus tugas Kapolres Metro Bekasi,” ucapnya.

Pria yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi ini menegaskan, sudah melakukan rapid test kepada 1000 orang yang masuk ke dalam ODP, PDP, dan  orang dengan pekerjaan yang rawan terjangkit Covid-19. Dari hasil rapid test, dua orang dinyatakan positif dan 998 orang negatif.

Kata Alamsyah, dua orang tersebut PDP yang ada di rumah sakit siloam lippo dan rumah sakit graha MM2100. “Dua PDP positif, yang satu dilanjutkan perawatannya di rumah sakit Siloam dan yang satu lagi dirujuk karena warga Kota Bekasi ke wisma atlet,” tuturnya.

Masih Alamsyah, dirinya menjelaskan, dari angka keseluruhan yang dilakukan rapid test, 151 orang diantaranya Aparatur Sipil Negara (ASN), beserta TNI, Polri dan petugas puskesmas. Dimana rapid test dilakukan bergiliran. “Jadi teknisnya drive thru di stadion Wibawamukti dan datang bergiliran ke poliklinik pemda. Hasilnya negatif semua,” ucapnya. (sur/pra).

Related Articles

Back to top button