Berita UtamaPendidikan

Guru Tak Keberatan Gaji Dipotong

Guru
ILUSTRASI: Siswa bersalaman kepada gurunya saat memasuki ruang kelas. Guru berstatus PNS di Kota Bekasi tak keberatan mengenai rencana Gubernur Jawa Barat Ridwan Kami terkait pemotongan gaji pegawai selama empat bulan untuk penanganan pandemi virus Corona (Covid-19).Dewi Wardah Radar Bekasi

Radarbekasi.id – Guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kota Bekasi tak keberatan mengenai rencana Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terkait pemotongan gaji pegawai selama empat bulan untuk penanganan pandemi virus Corona (Covid-19).

Sekretaris 1 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bekasi Supyanto mengatakan, secara pribadi dirinya berpendapat pemotongan gaji tepat dilakukan untuk penanganan Covid-19. Yang penting, kata dia, hasil dari pemotongan gaji mesti diberikan tepat sasaran.

“Saya menilai pemotongan tunjangan ini penting, namun penyalurannya harus tepat sasaran, terutama untuk mereka yang terdampak langsung merebaknya Covid-19,” Supyanto kepada Radar Bekasi, Rabu, (1/4).

Sampai dengan saat ini, lanjut dia, pihaknya belum mengetahui besaran potongan gaji pegawai PNS tersebut. “Saya belum dengar besaram pemotongan tunjangan yang akan diputuskan. Karena untuk pengurus PGRI Kota Bekasi sendiri baru akan mengadakan rapat melalui online pada Jumat minggu ini,” katanya.

Supyanto tak menampik, rencana kebijakan ini akan menimbulkan pro dan kontrak bagi kalangan organisasi guru maupun guru secara pribadi. Kendati demikian, dia menilai hal itu merupakan dinamika yang wajar terjadi.

“Pasti ada pro dan kontra meskipun secara organisasi ada penolakan, tapi bagi saya pribadi setuju dengan keputusan tersebut,” tukasnya.

Sementara, salah satu guru berstatus PNS Siti Rosana, tak keberatan dengan rencana potongan gaji pegawai tersebut. Ia pun akan mengikuti kebijakan yang dinilai cukup baik tersebut.

“Kalo sudah aturan diikuti saja, sekarang ini juga besarannya belum disosialisasikan. Pemotongan ini juga untuk hal yang baik. Kalo saya pribadi sih setuju saja,” ungkap perempuan yang menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah bidang Hubungan Industri SMKN 4 Kota Bekasi ini.

Hal senada disampaikan oleh Siti Marsilah. Guru sekaligus Kepala SDN Kayuringin Jaya III Kota Bekasi ini tak keberatan dengan kebijakan yang bisa berdampak baik untuk masyarakat luas tersebut.

“Monggo saja jika diberlakukan keputusan yang serupa, karena gaji yang kita terima dari masyarakat, maka kembali lagi kepada masyakarat. Yang penting dilakukan secara adil dan mendapat berkah,” ungkap Siti. (dew)

Tags
Close