RADARBEKASI.ID, BEKASI – Badan Semi Otonom (Basnom) Padelora Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kota Bekasi menggelar turnamen padel, Sabtu–Minggu (13–14/2026), di Padel Grande, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Kegiatan bertajuk “Padelora Fest 2026” ini menjadi sarana olahraga sekaligus memperkuat jejaring bisnis bagi pengusaha muda.
Ketua Umum BPC HIPMI Kota Bekasi, Farah Rizky, mengapresiasi Basnom Padelora selaku panitia penyelenggara atas kesuksesan acara tersebut. Menurutnya, turnamen ini menjadi salahsatu upaya untuk memperkuat jejaring bisnis.
“Padel merupakan salahsatu cara untuk berjejaring atau bersosialisasi dari BPC HIPMI Kota Bekasi,” katanya.
Farah menilai olahraga seperti padel dapat menjadi sarana efektif untuk mempertemukan para pengusaha dari berbagai sektor dalam suasana yang lebih cair dibandingkan forum bisnis formal. Ia menambahkan, hubungan bisnis yang kuat sering kali lahir dari interaksi yang terbangun secara informal dan berkelanjutan.
“Semakin kuat konektivitas antar pengusaha muda, semakin kuat pula ekosistem bisnis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Badan Semi Otonom Padelora BPC HIPMI Kota Bekasi, Dennish Mountary, menjelaskan bahwa acara ini diikuti sekitar 300 peserta dari kalangan pengusaha umum berusia mulai 18 tahun, yang berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bandung, Cirebon, Yogyakarta, hingga Surabaya. Penonton diperkirakan mencapai 1.000 orang.
“Levelnya sudah nasional. Terlebih kami juga mengundang pemain nasional, Zarra Sahido, pemain Timnas Padel Indonesia peringkat satu, untuk melakukan exhibition match bersama influencer dan local hero dari Kota Bekasi,” ujarnya.

Ia menuturkan, padel dipilih karena memiliki karakter yang sejalan dengan semangat kewirausahaan, yaitu mengedepankan kerja sama tim, komunikasi, dan sportivitas.
“Karakteristik tersebut sangat dekat dengan dunia usaha yang membutuhkan kemampuan membangun relasi dan kolaborasi,” kata Dennish.
Selain itu, perkembangan padel yang semakin pesat di Indonesia juga menjadi alasan HIPMI Kota Bekasi memilih olahraga tersebut sebagai bagian dari kegiatan organisasi.
“Padel bersifat inklusif sehingga dapat dimainkan berbagai kalangan, baik yang sudah berpengalaman maupun pemula. Karena itu, olahraga ini menjadi sarana yang efektif untuk memperluas jejaring dan membangun kedekatan antar peserta,” ujarnya.
Ketua Organizing Committee Padelora Fest 2026, Agung Pratama Wiguna, mengatakan kegiatan ini tidak hanya dirancang sebagai kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai ruang interaksi bagi para pengusaha muda.
“Kami melihat antusiasme peserta sangat baik. Selain bertanding, para peserta juga memanfaatkan momentum ini untuk saling bertukar pengalaman dan memperluas relasi. Interaksi seperti ini sering kali membuka peluang kolaborasi yang tidak muncul dalam forum formal,” kata Agung.
Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Kota Bekasi, Andibachtiar Yusuf, menyambut baik keterlibatan berbagai komunitas dan organisasi dalam mendukung perkembangan olahraga padel.
“Kami melihat perkembangan padel saat ini sangat positif. Semakin banyak turnamen dan kegiatan yang melibatkan berbagai kalangan, semakin besar pula peluang olahraga ini untuk berkembang dan dikenal masyarakat luas,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi antara organisasi pengusaha dan komunitas olahraga dapat memberikan dampak positif, tidak hanya bagi perkembangan padel, tetapi juga dalam memperkuat jaringan sosial dan profesional di masyarakat. (oke)











