Berita UtamaMetropolis

Data Covid-19 Error, Warga Panik

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Data Covid-19 Kota Bekasi sempat dipertanyakan warga karena lonjakan yang cukup tinggi di wilayah Kelurahan Kayuringinjaya, Bekasi Selatan. Pasien positif dari data corona.bekasikota.go.id yang sebelumnya hanya sembilan orang, pada Sabtu (11/4) tiba-tiba melonjak menjadi 44 orang.

Sontak kondisi itu sempat membuat panik warga yang berada di Kelurahan Kayuringinjaya, Bekasi Selatan. ”Ya Allah kok bisa langsung banyak begini, kita juga antisipasinya gimana sebarannya gak tau dimana aja,”ujar warga Kayuringinjaya Diana (36).

Pihaknya berharap, informasi titik pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19, Orang Dalam Pengawasan  (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bisa dibuka transparan dan upate sehingga  masyarakat bisa lebih waspada. Pasalnya tidak semua warga bisa berdiam diri di rumah, karena sebagian masih mencari nafkah untuk kebutuhan harian.

”Kalau informasinya jelas kita juga bisa antisipasi dan lebih waspada, karena tidak semua bisa diam di rumah,”jelasnya.

Diketahui, perubahan data kembali terjadi pada Minggu (12/4). Untuk wilayah Kayuringinjaya terdata, pasien positif Covid-19 kembali turun menjadi 14 orang, ODP 37 dan PDP 12 orang. Sebelumnya diketahui bahwa Kayuringinjaya merupakan kelurahan terbanyak pasien positif covid-19.

Ketika dikonfirmasi, Lurah Kayuringinjaya, Ricky Suhendar mengaku hingga kemarin baru mendapatkan informasi 11 orang yang dilaporkan hasil dari rapid test dan swab. ”Saya belum dapet info terbaru. Klarifikasi dari Dinkes dan Puskes baru 11 yang dilaporkan dari hasil rapid test dan swab,”jelasnya.

Terkait sempat adanya lonjakan pada Sabtu (11/4) pihaknya menduga adanya salah input data hingga kemungkinan adanya pasien positif yang berdomisili diluar Kayuringin namun masih menggunakan KTP Kayuringinjaya. “Iya eror yang input, mungkin saja yang bersangkutan (pasien positif) wilayah luar, hanya KTPnya di Kayuringin,”tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi,  Tanti Rohilawaty mengaku data terbaru diakuinya memang ada penambahan. Namun pihaknya mengaku belum bisa memastikan sebaran jumlah tersebut.

“Distribusinya seperti apa nanti akan saya cek ya,” katanya, ketika dikonfirmasi Radar Bekasi, Minggu (12/4).

Pihaknya mengakui tidak menutup kemungkinan adanya salah input data sehingga ada lonjakan dibeberapa wilayah. Namun pihaknya memilih mengkroscek lebih lanjut kemungkinan adanya salah input data menyusul adanya perubahan data selama dua hari kemarin.

“Memang ada beberapa yang ini (bertambah), nanti aku cek dulu deh. Biar ga kesalahan nanti menyampaikannya. Kalau keterang yang lain-lain lewat pak Wali ya. Kalau ketarangan ini nanti saya carikan ya,” tutupnya.

Diketahui Sabtu (11/4) dari data website resmi wabah Covid-19 Kota Bekasi tersebut, pasien positif diwilayah Bekasi Selatan juga mengalami lonjakan dengan jumlah pasien positif mencapai 50 orang, OPD 95 orang dan PDP 38 orang. Namun pada Minggu (12/4) jumlah tersebut juga mendadak berubah menjadi 22 konfirmasi positif, 91 ODP dan 39 PDP.

Data terakhir dua kecamatan yang sebelumnya tidak terdeteksi pasien positif Covid-19, akhirnya masuk zona merah. Keduanya yaitu Kecamatan Bantargebang berdasarkan data, terdapat 31 ODP, 6 PDP dan 5 terkonfirmasi positif. Serta Kecamatan Pondokmelati terkonfirmasi 4 pasien positif,38 ODP serta 5 orang PDP.

Sementara, jumlah data keseluruhan wilayah Kota Bekasi hingga Minggu (12/4) malam terdapat 134 pasien terkonfirmasi positif, 793 ODP dan 289 PDP.  (one/pay)

Related Articles

Back to top button