Berita UtamaCikarang
Trending

Dilarang Mudik, Penutupan Terminal Tunggu Kepres

PASANG SPANDUK : Petugas kepolisian bersama warga memasang spanduk larangan mudik di Jalan RE Martadinata, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Rabu (22/4). Pemerintah pusat resmi
melarang warga untuk mudik lebaran. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Larangan mudik Hari Raya Idul Fitri (Lebaran) mulai diberlakukan pada 24 April 2020 mendatang. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi sudah melakukan sosialisai di Terminal Kalijaya.

“Untuk penerapan sanksi, kami masih menunggu Keputusan Presiden (Kepres). Tapi untuk pemberitahuan, kami bersama Polres Metro Bekasi sudah melakukan sosialisasi,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kabuoaten Bekasi, Yana Suyatna, Rabu (22/4).

Saat melakukan pemantauan, Yana tidak menampik masih ada beberapa masyarakat yang pulang kampung. Sebab, beberapa Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) masih beroperasi. Bahkan dari pantauan melalui check point, juga masih ada beberapa masyarakat yang membawa barang, dan diduga ingin mudik.

“Penerapan larangan mudik kan baru mulai berlaku pada 24 April. Jadi, saat ini kami belum bisa memberikan sanksi, melainkan hanya sebatas melakukan sosialisasi,” terang Yana.

Saat ditanya mengenai rencana penutupan terminal atau operasional bus antar kota dalam provinsi dan AKAP, Yana menyampaikan, hal itu bisa saja diterapkan di Kabupaten Bekasi.

Sebab kata Yana, untuk terminal di DKI Jakarta saja akan dilakukan penutupan. “Penutupan akses transportasi bisa dilakukan. Yakni jalur darat, laut dan udara, tapi untuk penerapan ini masih menunggu Kepres,” tuturnya.

Salah satu aupir Bus AKAP, Suryadi (43), mengaku dirinya hanya pasrah dengan kondisi saat ini tidak bisa mengangkut penumpang.

“Sudah satu bulan ini pendapatan saya jauh berkurang, karena jumlah penumpang dibatasi. Tapi saya tetap bersyukur, sebab masih bisa membiayai keluarga,” pungkas Suryadi. (and)

Close