BekasiMetropolis

Antrean Samsat Menumpuk

Penerapan Physical Distancing Disoal

ANTRE: Sejumlah warga antre di loket progresif Kantor Samsat Kota Bekasi, Jalan Ir H Juanda, Bekasi Timur, tanpa menerapkan physical distancing di tengah pandemi Covid-19. AHMAD PAIRUDZ/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Penerapan protokol kesehatan di beberapa loket Samsat Kota Bekasi belum berjalan efektif. Meski adanya protokol kesehatan di pintu masuk, namun jarak antrean tak terkendali menyusul banyakanya pengunjung. Pantauan Radar Bekasi, penumpukkan antrean terjadi di loket progresif, serta loket pendaftaran.

Ketika dikonfirmasi, Kanit STNK Samsat Kota Bekasi, AKP Rida Poetra Aditya mengatakan, sejak pertama pelayanan dibuka, lonjakan pengunjung memang terjadi. Namun pihaknya membantah tidak maksimalnya protokol kesehatan di area Samsat.

“Satu hari bisa dua ribu lebih pengunjung datang ke Kantor Samsat dengan keperluan berbeda. Kita sudah siapkan protokolnya, pengecekan suhu tubuh, penyemprotan, tempat cuci tangan, jarak pengunjung dan wajib gunakan masker sudah kita terapkan,” ucapnya.

Namun pihaknya mengakui adanya lonjakan pengunjung berpengaruh ke titik antrean. Sejauh ini, untuk mengurai antrean, sejumlah pelayanan di gerai pelayanan publik mulai dibuka.

“Yang pasti protokol kesehatan sudah kita jalankan, untuk memecah warga yang datang kita akan buka outlet-outlet yang ada untuk melayani warga agar tidak membludak di Kantor Samsat,” ungkapnya.

Terpisah, Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Agus, menegaskan protokol kesehatan Covid-19 perlu dijalankan, apalagi di salah satu instansi pemerintah. Pihaknya mengaku akan melakukan pengecekan di lapangan guna memastikan kondisi tersebut.

“Saya belum bisa komentar lebih karena kita belum bisa melihat fakta dilapangan. Yang pasti dalam waktu dekat ini, jika memang banyak warga yang berkerumun tanpa adanya jarak akan kita lakukan sidak,” ujarnya.

Pihaknya mengaku, sebagai instansi pemerintah sejatinya bisa memberikan contoh penerapan protokol kesehatan yang tengah digalakkan di Kota Bekasi sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Jangan sampai nanti kesannya mengabaikan anjuran dari pemerintah. Dan kita dinilai melanggar protokol kesehatan yang telah di galakkan di Kota Bekasi. Nanti kita akan koordinasikan dengan rekan-rekan Dewan Komisi I dan Ketua komisi I. Kita akan lakukan sidak,” tutupnya. (pay)

Related Articles

Back to top button