AMPP Bantargebang Kembali Tuntut DKI Jakarta Beri Bantuan Pendidikan

Aliansi-MPP-Bantargebang
ILUSTRASI: Siswa SD bermain di lapangan dekat sekolahnya. AMPP Bantargebang kembali menuntut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memberikan bantuan pendidikan yang laik bagi warga sekitar. Dok
Aliansi-MPP-Bantargebang
ILUSTRASI: Siswa SD bermain di lapangan dekat sekolahnya. AMPP Bantargebang kembali menuntut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memberikan bantuan pendidikan yang laik bagi warga sekitar. Dok

Radarbekasi.id – Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan (AMPP) Bantargebang kembali menuntut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memberikan bantuan pendidikan yang laik bagi warga sekitar.

Pendamping AMPP Rahbar Ayatullah Khomeini Enggoa mengatakan, sudah 34 tahun masyarakat merasakan dampak keberadaan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Oleh sebab itu, pihaknya tak akan berhenti untuk berjuang mendapatkan hak pendidikan bagi masyarakat.


“AMPP tidak akan berhenti untuk mewujudkan hak atas pendidikan masyarakat Bantargebang untuk mewalawan imperialisme, kapitalisme birokrat dan segala kejahatan yang terjadi. Itu yang akan kami tuntut dalam aksi kali ini,” ujar Rahbar kepada Radar Bekasi, Minggu (12/7).

Rencananya, AMPP akan melakukan aksi dengan menggelar camping simpatik di Balaikota DKI Jakarta dan Istana Negara pada 14-17 Juli 2020. Tuntutan serupa pada 2016 lalu akan kembali disampaikan.


Yakni membangun sekolah khusus bagi masyarakat Bantargebang dari SD hingga SMA yang bertaraf internasional, membebaskan seluruh biaya operasional sekolah alias gratis 100 persen, menyediakan beasiswa kepada pelajar berprestasi ke jenjang Universitas dan menyelenggarakan program paket A,B dan C secara gratis.

Rahbar mengungkapkan, Anies Baswedan sebelum menjadi gubernur DKI Jakarta sudah sepakat dengan program masyarakat Bantargebang bertajuk “Tukar Sampah dengan Pendidikan” pada Oktober 2016 lalu. Namun setelah menjadi gubernur, hal itu hingga kini belum terwujud.

“Ini janji beliau sebelum menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta, kita ingin menagih janji yang sudah sama-sama disepakati. Karena sampai sekarang program “Tukar Sampah dengan Pendidikan” belum juga terealisasi bagi masyarakat Bantargebang,” pungkasnya. (dew)