Berita UtamaPendidikan

Kuota Beasiswa Dianggap Kurang

Beasiswa
ILUSTRASI: Salah satu perguruan swasta di Kota Bekasi. Kuota beasiswa dari Pemerintah Kota Bekasi bagi pelajar dan mahasiswa kurang mampu yang terdampak pandemi dianggap kurang oleh sejumlah mahasiswa. Dok Radar Bekasi

Radarbekasi.id – Kuota beasiswa dari Pemerintah Kota Bekasi bagi pelajar dan mahasiswa kurang mampu yang terdampak pandemi dianggap kurang oleh sejumlah mahasiswa.

Mahasiswa Unisma Bekasi Reza Nur Pahlepi mengatakan, beasiswa dengan anggaran sebesar Rp 2,5 milir melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) itu tak hanya dibutukan oleh pelajar maupun mahasiswa dari kalangan tidak mampu.
Menurut Reza, seluruh lapisan masyarakat turut terdampak pandemi Covid-19. Oleh karena itu, beasiswa juga dibutuhkan oleh kalangan mampu saat ini.

“Padahal kita ketahui yang terdampak Covid-19 ini bukan hanya masyarakat miskin, tapi hampir menyeluruh. Seharusnya pemerintah memperhatikan bantuan ini secara menyeluruh,” ujar Reza, kepada Radar Bekasi, Senin (20/7).

Anggota Senat Fisip Unisma Bekasi ini menegaskan, beasiswa dengan kuota 918 penerima masih kurang. Apalagi untuk jenjang perguruan tinggi hanya disediakan 115 penerima.

Ia mengatakan, kondisi saat ini membuat mahasiswa kesulitan membayar uang kuliah. Sementara bantuan yang diberikan dari kampus hanya berupa dana untuk pembelian kuota internet.

“Yang kita pikirkan bagaimana uang perkuliahan bisa terlunasi dan kita bisa melanjutkan pendidikan. Pemikiran yang sama tentu terlintas dalam pikiran orangtua adik-adik kita di tingkat pendidikan SD, SMP, SMA dan SMK,” tukasnya.

Sementara, mahasiswa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) Japong mengungkapkan, bahwa saat dilakukan perhitungan suara terdapat ribuan mahasiswa Ubhara Jaya tidak bisa melunasi biaya kuliah.

“Hasil responden hampir 1.700 mahasiswa yang cukup sulit untuk melunasi pembiayaan kuliah. Ini hanya di satu universitas, bagaimana jika dilakukan perhitungan suara secara meluas pasti angkanya cukup besar dan tidak sesuai dengan bantuan yang dikeluarkan,” tutur kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini.

Japong mengatakan, beasiswa dari Pemerintah Kota Bekasi tak merata. Padahal dalam kondisi saat ini, semua jenjang pendidikan membutuhkan bantuan.

“Warga tidak mampu mendapatkan bantuan itu bagus, tapi bagaimana pelajar atau mahasiswa yang tidak masuk dalam kategori tersebut namun dirinya juga mengalami kesulitan yang sama. Apakah mereka terpaksa harus berhenti mengenyam pendidikan karena tidak meratanya bantuan yang diberikan pemerintah ini yang masih menjadi pertanyaan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Perencanaan dan Program Dinas Pendidikan Kota Bekasi Krisman Irwandi menyampaikan, beasiswa hanya diberikan bagi pelajar maupun mahasiswa tak mampu. Ia menegaskan, kuota penerima beasiswa disesuaikan anggaran yang tersedia. (dew)

Beasiswa

  • Jenjang SD/MI Kuota 313 Besaran/Penerima Rp 150 ribu
  • Jenjang SMP/Tsanawiyah Kuota 254 Besaran/Penerima Rp 200 ribu
  • Jenjang SMA/Aliyah Kuota 118 Besaran/Penerima Rp 250 ribu
  • Jenjang Perguruan Tinggi Kuota 115 Besaran/Penerima Rp 2,5 juta

Rencana penyaluran Agustus 2020
Sumber: Disdik Kota Bekasi

 

Related Articles

Back to top button