Bekasi

Belasan Teroris Asal Bekasi Ditangkap

RUMAH TERDUGA TERORIS : Warga melintas di depan rumah terduga teroris inisial AR di Perumahan Bojong Menteng Residence Blok H No 22 RT 01/RW 05, Rawalumbu, Kota Bekasi, Selasa (12/8).RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Detasemen Khusus 88 anti teror menangkap belasan terduga teroris di kawasan Kota dan kabupaten Bekasi, kemarin. Penangkapan dilakukan untuk mengantisipasi dan mengamankan ancaman teror pada hari kemerdekaan, 17 Agustus mendatang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Radar Bekasi, terduga teroris tersebit merupakan jaringan teror di wilayah Jakarta dan Bogor. Mereka sebagian berusia muda dengan berlatar belakang pekerjaan beragam.”Iya ada penangkapan,”salah seorang sumber Radar Bekasi yang tidak mau disebutkan namanya sembari mengaku, ada 15 terduga teroris yang ditangkap, 12 diantaranya asal Bekasi.

Salah satu terduga teroris diamankan di kediamannya, Kawasan Perumahan Bojong Menteng Residence, Blok H22, RT 01, RW 05, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi. Densus 88 mengamanka terduga berinisial AR (42) beserta beberapa barang bukti di rumahnya.

Ketua RT setempat, Muhammad Asin membenarkan peristiwa yang tejadi Rabu (12/8) pagi tersebut. Densus 88 telah berada di lokasi sejak pukul 03.00 WIB, sementara penangkapan dilakukan pada pukul 06.00 WIB.”Digeledah dari jam 8 sampai jam 9an,” katanya, Rabu (12/8).

Setelah dilakukan penangkapan, rumah AR digeledah oleh petugas hingga pukul 09.00 WIB. Petugas membawa beberapa barang bukti diantaranya 3 buah Buku Jihad, dua buah tombak, dua buah sangkur, 3 buah flashdisk, dan satu unit laptop.

Istri dan empat anak AR tidak ikut dibawa oleh petugas, mereka masih berada dirumah. Meskipun demikian, pintu dan pagar rumah AR tetap berada di rumah. Belakangan diketahui AD akan membawa serta istri dan empat anaknya untuk bertolak ke timur tengah pada bulan September ini, sempat akan menjual rumah.”Menurut istrinya September ini (terbang ke timur tengah), makanya anak-anaknya udah berhenti sekolah,” tukasnya.

Tiga tahun kebelakang, AR tinggal di salah satu perumahan di Kota Bekasi ini, ia juga dikenal sebagai sosok yang jarang bergaul dengan warga sekitar. Lebih sering terlihat akan beraktivitas di area gunung dengan alasan olah raga.

Oleh warga sekitar, AR merupakan seorang dokter. Istri AR disebut kooperatif saat sang suami dijemput oleh tim Densus 88 kemarin. (Sur)

Related Articles

Back to top button