Bekasi

RS Darurat Mulai Diisi

RUANG PERAWATAN: Petugas medis menyiapkan ruangan khusus perawatan untuk pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di RS Darurat Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi,Senin (21/9) Satu pasien dengan status orang tanpa gejala mulai hari ini menjalani perawatan di RS tersebut. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Rumah Sakit (RS) darurat yang menjadi tempat isolasi khusus pasien tanpa gejala di Stadion Patriot Chandrabhaga mulai diisi kemarin. Pasien berinisial E (33) menjadi yang pertama dari 57 tempat tidur yang disediakan, setelah hasil uji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) menunjukkan hasil positif Covid-19.

Sejak kemarin, ruangan perawatan yang disediakan steril, tidak ada satupun orang yang diperkenankan untuk masuk menuju ruangan yang telah disediakan tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap sejak kedatangan pasien E. “Jadi saya kira lebih representatif (tepat) disini, dibandingkan di rumah,” kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Senin (21/9).

Rahmat memastikan fasilitas perawatan mulai dari perlengkapan kesehatan hingga perlengkapan penunjang seperti konsumsi pasien dan laundry pakaian sudah disiapkan, diusulkan televisi di setiap ruangan untuk mencegah kejenuhan pasien selama menjalani isolasi mandiri. Mengantisipasi jika situasi memburuk, ruang isolasi mandiri disiapkan di ruang lain yang berdekatan dengan lokasi saat ini di gate 13 Stadion Patriot Chandrabhaga.

Ketersediaan ruang rawat di seluruh rumah sakit di Kota Bekasi tersisa 103 tempat tidur, dari total 700 tempat tidur yang tersedia. Sementara ruang ICU khusus pasien Covid-19, laporan yang diterima setiap harinya selalu terisi penuh. Rencananya ruang ICU akan ditambah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasbullah Abdulmajid, dan RSUD tipe D di tiga kecamatan, total 14 ruang ICU di RSUD Chasbullah Abdulmajid, 12 di tiga RSUD tipe D.

“Nah kita bebaskan (rubah menjadi ruang isolasi mandiri) yang tribun barat saja, sekitar 150 sampai 200 (kemampuan menampung pasien OTG) lah ini bisa, kita lagi hitung,” tambahnya.

Pertambahan penyebaran kasus baru saat ini diakui cukup tinggi, setiap 264 sampel yang di uji, 50 hingga 60 diantaranya positif. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan awal masa pandemi pada Maret dan April lalu. “Dulu Mei paling yang positif satu atau dua, bahkan hari ini sampai 50an, tinggi. Hampir 25 sampai 30 persen (hasil positif dari jumlah sampel yang diuji),” tukasnya.

Penanganan pasien isolasi mandiri di Stadion Patriot Chandrabhaga disebut sama dengan prosedur penanganan pasien di rumah sakit, hanya saja berbeda penanganan medis bagi pasien tanpa gejala atau penyakit bawaan.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Tanti Rohilawati mengatakan, perkembangan kasus saat ini secara total terkonfirmasi sejak awal sebanyak 2.815 kasus. Catatan pasien dinyatakan sembuh sebanyak 2.388 kasus, meninggal positif Covid-19 sebanyak 96 kasus.

Kasus aktif tengah menjalani isolasi mandiri dan perawatan di rumah sakit sebanyak 331 kasus. Sedangkan jumlah kasus pada klaster keluarga yang masih dalam pemantauan dan melakukan isolasi mandiri sebanyak 64 kepala keluarga (KK).

“Peningkatan waktu itu terjadi pada April, kemudian mulai Agustus ada juga peningkatan. Jadi kita belum bisa menentukan mana yang tertinggi, karena masih terus berjalan,” ungkapnya. Angka reproduksi Covid-19 per 16 September 202 lalu turun 0, 01 diangka 0,88 setelah sebelumnya pada awal September berada diangka 0,97. (sur)

Related Articles

Back to top button