Di 19 Perusahaan Terjadi Peningkatan Covid-19

DIJAGA POLISI: Sejumlah petugas kepolisian berikut kendaraan Korps Brimob, disiagakan di kawasan industri EJIP Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi, Senin (5/10). Penjagaan tersebut bertujuan untuk mengantisipasi sweeping oleh para buruh saat akan mogok kerja nasional yang akan dilakukan mulai Senin-Kamis (8/10) mendatang. ARIESANT/RADAR BEKASI
DIJAGA POLISI: Sejumlah petugas kepolisian berikut kendaraan Korps Brimob, disiagakan di kawasan industri EJIP Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi, Senin (5/10). Penjagaan tersebut bertujuan untuk mengantisipasi sweeping oleh para buruh saat akan mogok kerja nasional yang akan dilakukan mulai Senin-Kamis (8/10) mendatang. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sebanyak 19 perusahaan dari sebelas kawasan industri yang berada di Kabupaten Bekasi mengalami peningkatan angka penyebaran Covid-19. Hanya saja, angka peningkatannya sampai saat ini belum bisa dipastikan secara detail.

“Untuk kenaikan penyebaran Covid-19 di klaster industri cukup signifikan. Bahkan ada 19 perusahaan kasus poisitf Covid-19  mengalami peningkatan,” ujar Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Letkol Kav Tofan Tri Anggoro kepada Radar Bekasi, Senin (5/10).


Ia juga menyampaikan, angka terkonfirmasi positif secara keseluruhan di Kabupaten Bekasi sekitar 2.000 jika dihitung dari awal pandemi hingga saat ini. Sedangkan untuk buruh  yang terkonfirmasi positif sekitar 1.500  orang.

“Untuk buruh sendiri angkanya masih kami rilis. Dan sejauh ini, angkanya kisaran 1.500,” terang Tofan.


Pria yang juga sebagai Komandan Kodim 0509/Kabupaten Bekasi ini menjelaskan, dalam dua minggu terkahir angka penyebaran Covid-19 di perusahaan sudah mengalami penurunan. Hal itu menyusul setelah protokol kesehatan di setiap perusahaan sudah baik.

“Memang dalam dua minggu terkahir ini, angkanya sudah turun karena protokol kesehatan di dunia industri sudah cukup baik,” ucap Tofan.

Ia menegaskan, apabila dibandingkan dengan beberapa daerah lain, Kabupaten Bekasi sebenarnya sudah cukup baik dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19. Namun, karena adanya klaster industri sehingga angka penyebarannya kembali mengalami kenaikan.

“Jika dibandingkan dengan daerah lain, penanganan Covid-19 di Kabupaten Bekasi ini sudah cukup bagus,” puji Tofan.

Sehingga dia berharap, dalam dua minggu ke depan bisa mengalami penurunan. “Kami harapkan dalam dua minggu ke depan, angka penyebaran Covid-19 mengalami penurunan,” tandasnya. (pra)