BEKACITIZENOpini

Kuranganya Kesadaran Masyarakat Bekasi Terhadap Pengelolaan Sampah

Oleh: Agakhan Syukron Firdausy

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kurangnya kesadaran masyarakat dan pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bekasi terhadap lingkungan, sudah menjadi kebiasaan di daerah ini, terutama di wilayah Tambun Selatan dan sekitarnya.

Beberapa faktor yang mempengaruhi pengolahan sampah yang dianggap sebagai penghambat sistem, adalah penyebaran dan kepadatan penduduk, sosial ekonomi dan karakteristik lingkungan fisik, sikap, perilaku serta budaya yang ada di masyarakat.

Di daerah Tambun sSlatan dan sekitarnya, masih banyak penduduk yang membuang sampah sembarangan, seperti di lahan kosong, kali-kali, sungai, selokan, dan di jalanan. Masih banyak air yang menggenang di jalanan.

Salah satu permasalahan lingkungan hidup adalah tentang kebersihan. Kebersihan adalah sebuah cerminan setiap individu dalam menjaga kesehatan. Kebersihan merupakan suatu keadaan.
Kurangnya kesadaran tersebut, menyebabkan daerah Tambun Selatan dan sekitarnya masih banyak yang terkana banjir bandang saat musim hujan. Faktor yang menyebabkan hal ini terjadi, adalah jumlah penduduk, tidak tersedianya lahan, rendahnya alternatif pengelolaan sampah, dan kebijakan pemerintah.

Kurangnya kepekaan Pemkab Bekasi terhadap perbaikan jalan yang membuat banyak genangan air. Hal ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, akan tetapi juga dari seluruh lapisan masyarakat untuk mengolah sampah, agar tidak berdampak negatif bagi lingkungan sekitar.

Permasalahan sampah, meliputi tiga bagian, yaitu pada bagian hilir, proses, dan hulu. Perlu kerja sama dari semua pihak, baik masyarakat, pemerintah maupun pihak ketiga sebagai pendukung.

Diperlukan waktu yang cukup lama untuk membangun kesadaran itu. Diperlukan pula contoh dan teladan yang positif serta konsistensi dari pihak pengambil kebijakan di suatu wilayah tertentu.

Kegiatan sosialisasi secara langsung tentang pengelolaan sampah dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam hal pengelolaan persampahan. Untuk mewujudkan kebersihan lingkungan, dibutuhkan kesadaran dari masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan. Membangun kesadaran masyarakat tidak semudah membalikkan telapak tangan, perlu kerjasama dari semua pihak masyarakat maupun pemerintah.

Sebagian besar masyarakat menganggap, membakar sampah merupakan bagian dari pengolahan sampah. Akan tetapi, hal seperti itu bisa menyebabkan pencemaran bagi lingkungan dan mengganggu kesehatan.

Salah satu permasalahan yang ditimbulkan dari sampah adalah menurunya estetika disekitar tempat pembungan sampah, sehingga berpotensi menimbulkan konflik sosial dengan masyarakat yang ada di sekitarnya.

Penentangan yang dilakukan masyarakat sekitar, pada umumnya berkanaan dengan sebab yang membahayakan kesehatan, keselamatan, berkurangnya kenyamanan dan keterbatasan lahan, khususnya untuk penempatan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Penempatan TPA memerlukan lahan yang luas, sedangkan lahan di kota-kota besar semakin sempit, karena meningkatnya pertambahan penduduk. Hal ini bisa dilihat dari perilaku masyarakat yang terbiasa membuang sampah tidak pada tempatnya, yaitu seperti pada di lahan kosong, kali-kali, sungai, selokan, dan di sekitaran jalan.

Hal tersebut diakibatkan karena tidak adanya fasilitas sarana dan prasarana yang mendukung. Maka solusi utama dalam hal pengelolaan sampah, yaitu dengan adanya tempat sampah di setiap rumah, di taman bermain, di setiap pinggir jalan, dan lain-lain. Agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, demi kenyamanan dan kesehatan bersama. (*)

Mahasiswa Universitas Islam Indonesia.

One Comment

  1. Perlu adanya sinergi yg berkesinambungan antara pemerintah daerah dan masyarakat baik jangka pendek maupun untuk jangka panjang. alternatif pengolahan sampah yang bisa bernilai ekonomi perlu di jadikan program

Back to top button