Berita UtamaNasional

Prof Jimly Bilang Begini Soal Fenomena Habib Rizieq

Massa mengelu-elukan kedatangan Habib Rizieq Syihab di Bandara Soetta, Jakarta, Selasa (10/11/2020).

RADARBEKASI.ID, JAKARTA-Anggota DPD RI Prof Jimly Asshiddiqie ikut menyoroti sosok Habib Rizieq Shihab yang baru saja pulang Saudi Arabia pada Selasa (10/11/2020) tadi pagi.

Bagi mantan Ketua Pertama Mahkamah Konstitusi (MK) ini, fenomena tentang Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu sesuatu yang langka.

Hal ini dituliskan Prof Jimly melalui akunnya di Twitter. “Fenomena HRS (Habib Rizieq Shihab) ini langka,” tulis Prof Jimly Asshiddiqie, Selasa (10/11/2020).

Dalam unggahan itu, Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia (UI) tersebut juga menyentil perlakuan penguasa terhadap ulama yang sudah 3,5 tahun berada di Arab Saudi.

“Masalahnya berlarut karena perlakuan kekuasaan yang salah, dihadapi dengan ideologi dan teologi permusuhan dan kebencian, bukan merukunkan dan mendamaikan,” lanjut Prof Jimly.

Selain itu, Prof Jimly juga menyinggung cara-cara yang pada akhirnya bukan menjadi solusi atas permasalahan ini. “Kata dibungkam kata, lovers dibabat haters, permusuhan meluas, tanpa solusi. Padahal ‘action’ selalu lebih efektif dari retorika,” tandasnya.

Kepulangan Habib Rizieq Shihab dari Saudi Arabia pada hari ini disambut para pendukungnya yang membeludak di Bandara Internasional Soekarno – Hatta.

Aktivitas di salah satu bandara terpadat di dunia itu bahkan nyaris lumpuh karena saking banyaknya umat menjemput kedatangan Habib Rizieq.

Kuasa hukum Habib Rizieq Shihab, Damai Hari Lubis menyebut prediksi Menko Polhukam Mahfud MD meleset soal jumlah massa yang menjemput sang imam besar FPI tersebut.

Menurut Damai, Mahfud sempat menyepelekan massa yang menjemput Habib Rizieq sehingga tak perlu dilakukan pengamanan yang berlebihan. Namun, nyatanya massa yang menjemput capai jutaan orang.

“Ternyata, jumlah massa yang menjemput Habib Rizieq Shihab mencapai tiga juga orang, melebihi orang suci massa penjemputan Khomeini sehingga pendapat Mahfud keliru,” kata Damai ketika dikonfirmasi, Selasa (10/11/2020).( jpnn)

Back to top button