BekasiBerita UtamaCikarang
Trending

Wilayah Pesisir Desa Samudrajaya Dihantui Rob

KELUAR RUMAH: Seorang anak keluar dari rumahnya yang terendam air pasang laut (banjir rob) di Desa Samudrajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Rabu (18/11). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah masyarakat yang tinggal di pesisir Kabupaten Bekasi, selalu dihantui air pasang laut (banjir rob). Setidaknya ada puluhan rumah di Desa Samudrajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, kembali terendam banjir rob.

Bahkan air laut yang pasang merendam pemukiman warga sejak sepekan terakhir dengan ketinggian hingga lutut orang dewasa. Apalagi, banjir rob menjadi bencana rutin yang dialami warga Samudrajaya yang tak kunjung tertangani.

Pada tahun ini saja, banjir rob telah dua kali merendam perumahan warga di lokasi tersebut. “Setiap tahun wilayah ini pasti dilanda banjir rob. Hanya saja, tahun ini sudah dua kali, yang pertama bulan April lalu, ada kali empat hari itu rumah kerendam. Sekarang kerendam lagi,” kata warga RT 01/09 Desa Samudrajaya, Heri (42), Rabu (18/11).

Heri menceritakan, banjir rob kali ini terjadi sejak akhir pekan lalu. Air laut masuk ke rumah siang hari dan makin tinggi hingga mencapai 50 sentimeter.

Lanjutnya, tidak hanya merendam rumah warga, air laut juga membanjiri belasan bidang tambak ikan bandeng milik warga. Akibatnya, tidak sedikit warga yang merugi lantaran bandeng milik mereka hanyut terbawa air laut.

“Air laut pada masuk ke rumah warga tambak, tapi pas hari pertama, tambak saya langsung saya tinggiin tanggulnya. Kalau tidak, ikan bandeng saya pada hanyut seperti yang lain,” ujar Heri.

Dari informasi yang dihimpun Radar Bekasi, air laut bertambah tinggi hingga selutut orang dewasa. Beberapa jam kemudian, air laut berangsur surut. Kendati begitu, air masih merendam perumahan warga.

Akibat banjir rob itu, beberapa warga kesulitan beraktivitas. Mereka memilih berdiam diri di dalam rumah untuk mengantisipasi air laut kembali naik.

“Kalau banjir biasa, mungkin airnya tidak terlalu merusak barang atau perabotan rumah tangga. Ini kan air laut dan asin, sehingga akan merusak perabotan dan barang-barang,” beber warga lainnya, Isan (31).

Ia berharap, kondisi ini segera ditangani pemerintah. Air laut harusnya tidak lagi meluber hingga merendam pemukiman warga jika tanggul penahan diperbaiki.

“Ini tanggulnya harus dinaikkan, atau pinggir lautnya dibenerin supaya tidak turun ke permukaan. Soalnya, banjir rob ini setiap tahun ada terus,” tutur Isan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bekasi, Muhammad Said menyatakan, pihaknya telah menerjunkan petugas di sekitar lokasi untuk memantau perkembangan kondisi banjir rob. Sejauh ini, kata dia, ketinggian air masih terbilang aman.

“Sudah ada petugas kami di lapangan untuk memantau terus ketinggian air. Dan sejauh ini, memang air laut merendam rumah warga, tapi masih dalam pengendalian. Tidak ada warga yang mengungsi atau perlu diungsikan. Namun kami tetap memantau kondisinya di lapangan,” ucap dia.

Lebih lanjut, Said mengungkapkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintahan setempat untuk penanggulangan warga.

“Kalau memang harus diungsikan, lokasinya sudah disiapkan, termasuk logistiknya. Namun sekarang masih terbilang aman, walaupun tetap dalam pemantauan kami,” terangnya. (and)

Related Articles

One Comment

  1. Saya warga kp.sembilangan desa samudrajaya,kami berharap ada solusi dri pemerintah kepada kami warga gg mayoritas petani tambak,tambak kami hancur dan semua isinya hanyut di bawa air laut,di masa sulit sperti ini mau dengan apa kmi untuk mncukupi kbutuhan kluarga kami sedangkn usaha kami habis..kami berharap ada solusi untuk kami dari pihak yg berwenang…
    Jangn cuma melihat,mendengar,sentuhlah kami…
    Trimkasi

Back to top button