Pendidikan

Mengajar Anak ABK

Silvia Nur Fhadilah
Silvia Nur Fhadilah

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Silvia Nur Fhadilah merupakan mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah STIT Al-Marhalah Al-Ulya Kota Bekasi. Selain kuliah, ia menyambi bekerja sebagai guru pendamping Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Silvia-begitu ia disapa- mengaku memiliki cita-cita menjadi seorang psikolog atau pembimbing konseling. Namun ketika mendaftar kuliah, dirinya tak lolos jurusan Psikologi.

Atas dasar itu, dirinya pada semester lima memutuskan untuk bekerja sebagai guru pendamping.”Pada saat itu di dalam hati keinginan untuk menjadi psikolog masih menggebu-gebu. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk melamar menjadi guru ABK di salah satu sekolah Islam swasta,” kata perempuan berusia 23 tahun ini.

Butuh waktu cukup lama dirinya untuk bisa menyesuaikan menjadi guru pendamping. “Tiga bulan yang aku butuhin untuk naklukin anak ABK, dari yang mulai gak mau sekolah, gak mau belajar bahkan masuk kelas aja gak mau. Kerjaannya lari-lari keliling sekolah, tapi usaha gak khianati hasil. Selama proses penyesuaian itu aku berhasil untuk memahami siswa ABK dan menjadi sahabat dekatnya mereka,” tuturnya.

Atas usaha dan kesabarannya, Silvia tidak hanya bisa merubah sikap para siswa ABK tersebut. Akan tetapi telah mampu meningkatkan prestasi anak didiknya.

Hingga kini, dirinya sudah mengajar selama kurang lebih satu tahun. Banyak pengalaman dan pelajaran yang diambil. Salah satunya dapat memahami psikologis anak ABK.

“Bersyukur bisa dikasih kesempatan ini, dan pada akhirnya bukan aku yang ngajarin siswa ABK. Tapi aku yang banyak belajar dari dia tentang psikologis anak ABK,” pungkasnya. (dew)

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button