Berita UtamaCovid-19Kesehatan

Ini Kata Ahli, Siapa Boleh dan Tidak Boleh Divaksin Sinovac

Ilustrasi vaksin Sinovac.

RADARBEKASI.ID, JAKARTA-Dari hasil uji klinis fase 3, vaksin Covid-19 dari Sinovac diberikan untuk mereka yang berusia 18-59 tahun. Selain usia, syarat lain seperti tidak mengalami hipertensi atau diabetes juga disebutkan.

Jadi, sebetulnya siapa saja yang boleh divaksin dari sisi medis?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang juga Dekan Fakultas Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ari Fahrial Syam menjelaskan, sebenarnya syarat pemberian vaksin sama seperti pemberian vaksin umumnya. Mereka yang boleh vaksinasi adalaha mereka yang tidak memiliki tanda-tanda infeksi akut, atau suatu kondisi sakit kronis yang tidak terkontrol.

“Artinya, orang yang mendapat vaksinasi ini dalam keadaan sehat,” katanya seperti dilansir JawaPos.com, Rabu (13/1/2021).

Secara khusus, kata Ari, untuk pasien dengan penyakit autoimun (sistem kekebalan tubuh menyerang tubuh sendiri), apalagi dalam kondisi akut atau sedang terkontrol dengan obat-obat penekan sistem imun, memang belum layak untuk mandapatkan vaksinasi. Penyakit autoimun sendiri memang bisa mengenai banyak organ.

“Salah satunya, organ gastrointestinal yaitu penyakit inflammatory bowel disease (IBD),” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Ari, tidak semua penyakit gastrointestinal yang tidak boleh mendapat Covid-19, yaitu hanya pasien IBD. Dan itu pun jika kondisinya akut dan dalam terapi.

Lalu bagaimana dengan pasien dengan masalah lambung atau dikenal sebagai sakit maag? Tidak ada masalah untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

Sementara, untuk yang memiliki alergi juga tak boleh menerima vaksin. “Secara khusus, tentu buat masyarakat yang memang mempunyai riwayat alergi dengan pemberian vaksin sebelumnya tidak bisa mendapatkan vaksin ini,” ujarnya.

Seperti yang disebutkan pada rekomendasi oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi), yang sudah beredar luas di tengah masyarakat, bahwa vaksin Sinovac ini diberikan untuk orang dewasa sehat usia 18-59 tahun. Peserta akan menerima penjelasan dan menandatangani surat persetujuan setelah penjelasan dan peserta menyetujui untuk mengikuti aturan dan jadwal imunisasi.

Hal ini penting diketahui peserta agar mengetahui bahwa penyuntikan berlangsung dua kali dengan jarak 2 minggu. Tujuan dari pemberian ini agar terbentuk antibodi yang cukup di dalam tubuh kita, untuk mencegah terinfeksi oleh virus SARS-Cov-2 penyebab penyakit Covid-19. (jpc)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button