Berita UtamaMetropolis

Butuh Rp2,5 Miliar Lebih

Penanganan Pascabanjir Kota Bekasi

MERUGI:Sejumlah pedagang merapikan barang dagangannya yang sempat terendam banjir di Pondok Gede Permai (PGP), Jatirasa, Jatiasih, Minggu (21/2). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Proses penanganan pascabanjir di sejumlah wilayah Kota Bekasi masih dilakukan. Sejumlah alat berat masih berada di beberapa titik lokasi yang sempat diterjang banjir.

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Widayat Subroto mengaku, pihaknya masih mendata kerusakan jalan dan jembatan pascabanjir.

Berdasarkan data awal ada tiga titik lokasi jalan rusak dan jembatan akibat banjir. Di antaranya jembatan yang ada di daerah Rawalumbu, Jatiasih dan Pondokgede.

“Itu sedang proses pendataannya. Tapi kemarin sudah terlihat, terutama di Kecamatan, Jatiasih, Pondokgede ada beberapa jalan yang rusak. Dan di Rawalumbu itu Jembatan Nol ya terseret arus akan kita perbaiki juga rencananya,” ucap Widayat.

Untuk perbaikan jalan dijelaskannya kemungkinan akan dikerjakan pada bulan Maret sampai semester ke dua. Untuk biaya yang dibutuhkan, pihaknya mengaku masih melakukan penghitungan.

“Kalau perkiraan saya, perbaikan jembatan agak besar ya sampai Rp300 juta. Tapi kalau untuk jalan mencapai Rp 2 miliar dan bisa lebih,” ujarnya.

Ia memprediksi perlu anggaran Rp2,5 miliar lebih untuk penanganan pascabanjir utamanya untuk perbaikan infratsruktur yang rusak.”Yang pasti kita butuh dana Rp2,5 miliar lebih ya. Dananya pun akan dialokasikan dari Dana Tak Terduga (DTT). Untuk jembatan kita sedang usulkan di APBD perubahan dan kemungkinan akan di perbaiki pada akhir tahun,” ungkapnya.

Sementara, Kepala UPTD Alat Berat pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Muhammad Toni mengatakan, saat ini pihaknya sudah menurunkan tiga unit alat berat untuk melakukan pengangkutan lumpur dan sampah di tiga Kecamatan.

“Tiga lokasi yang kita kirim alat berat itu ada di Jatiasih, Bekasi Timur dan Bekasi Barat. dua alat berat besar dan satu alat berat kecil,” kata Toni.

Ketiga alat berat, lanjut dia, sampai saat ini masih beroperasi.Ia mengaku masih menunggu permintaan penggunaan alat berat dari beberapa wilayah terdampak.

“Awal kita akan angkut lumpur, lalu kemudian baru sampahnya. Biasanya seperti itu tahun-tahun sebelumnya,” ucapnya.

Satu unit crane juga diturunkan untuk mengangkat sampah. Pasalnya alat berat yang diterjunkan masing-masing berbeda fungsi.

“Untuk alat berat yang pastinya kita akan kirim ya jika ada permintaan dari wilayah. Selain itu juga petugasnya kita akan terjunkan juga kelapangan,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, sejumlah perbaikan infrastruktur berupa jalan hingga jembatan juga menjadi fokus penanganan. (pay)

Related Articles

Back to top button