BekasiBerita UtamaRamadan

Sesuaikan Program Ramadan Selama Pandemi

ILUSTRASI: Pekerja mengecat dinding Masjid Al-Barkah, Kota Bekasi, Senin (13/4), menyambut bulan suci Ramadan 1442 Hijriah. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi menghelat salat tarawih berjemaah pada pada malam pertama Ramadan 1442 Hijriah. Tahun sebelumnya, salat tarawih berjemaah ditiadakan menyusul tingginya kasus Pandemi Covid-19.

Pantauan Radar Bekasi persiapan tampak dilakukan dengan melakukan pembersihan serta, pengecatan ornamen dalam masjid.

Sejumlah petugas terlihat tengah bekerja mengecat dinding-dinding bagian atas bangunan utama masjid yang terletak di Jalan Veteran, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Sekretaris Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Agung Al-Barkah Bekasi, Mustain mengatakan, persiapan jelang memasuki bulan suci Ramadan 1442 Hijriah sudah dilakukan sejak satu bulan terakhir.

“Sejak satu bulan terakhir itu kita sudah melakukan persiapan mulai pengecatan bagian dinding luar, area pelataran, sampai sekarang di bagian dalam masjid,” kata Mustain kepada awak media, saat di temui dilingkungan Masjid Al-Barkah Kota Bekasi, Senin (12/4).

Dia menambahkan, Ramadan 1442 Hijriah kali ini berbeda dengan Ramadan tahun lalu di mana, Masjid Agung Al-Barkah dapat kembali menggelar sejumlah kegiatan ibadah berjemaah.

“Kalau Ramadan tahun lalu, Masjid Agung Al-Barkah sesuai imbauan pemerintah tidak melakukan kegiatan ibadah berjemaah seperti misalnya tarawih,” ucapnya.

Mustain memastikan, segala persiapan seperti fasilitas penerapan protokol kesehatan sudah disediakan DKM Agung Al-Barkah.

Di bagian pintu masuk masjid, sudah disediakan fasilitas cuci tangan untuk jemaah yang baru datang agar mencuci tangan terlebih dahulu.

Kemudian di area dalam masjid, pemasangan label tanda jaga jarak barisan salat jemaah juga sudah dipasang.

“Prokes ketat kita terapkan, jaga jarak salat antar-jemaah minimal 60 sentimeter, tiap jemaah wajib masker dan membawa sajadah masing-masing,” terangnya.

Adapun untuk kapasitas masjid untuk kegiatan ibadah jemaah seperti tarawih, DKM Masjid Agung Al-Barkah membatasi hanya 50 persen.

“Masjid ini kalau non-prokes daya tampungnya sekitar 2.500, tapi dengan sistem 50 persen ini kita atur jarak kapasitasnya maksimal 1.250-an,” jelasnya.

Disamping itu, durasi salat tarawih di masa pandemi Covid-19 ini akan dipercepat. Ceramah atau kultum salat juga ditiadakan selama tarawih Ramadan 1442 Hijriah kali ini.

“Kultum atau ceramah kita tiadakan, jadi hanya salat tarawih saja dan itupun durasinya dipercepat, karena Masjid Al-Barkah ini dikenal one night one juz, tapi karena kondisi seperti ini kami tidak terapkan,” ucapnya.

Selain melakukan pembersihan, penyemperotan disinfektan juga sudah dilakukan dan akan terus dilakukan secara berkala.

Namun, masjid yang dikelola di bawah naungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi ini terkenal dengan program one night one juz.

Sebelum adanya pandemi, Masjid ini terkenal dengan program one night one juz jadi satu malam pada saat tarawih itu satu juz (Al-Quran), sehingga 30 malam tarawih khatam 30 juz.

Tetapi untuk Ramadan tahun ini, pihaknya berusaha menyesuaikan surat edaran dari pemerintah terkait pedoman ibadah berjemaah di tengah situasi pandemi Covid-19.

“Sesuai surat edaran Wali Kota, jadi kami DKM sudah rapat untuk penyesuaian salat tarawih maksimal setengah juz,” ungkapnya

Meski begitu Mustain menambahkan, penerapan one night one juz tetap akan dijalankan namun teknisnya saja berbeda. Para imam salat tarawih nantinya, akan menuntaskan bacaan Al-Quraan secara mandiri.

“Setengah juz berikutnya atau diselesaikan imam tarawih yang bertugas secara mandiri, karena kita melihat durasinya, kalau satu juz dibacakan saat tarawih akan memakan waktu cukup lama,” tuturnya.

“Karena ini di masa pandemi, teknisnya kita ubah, secara makna tetap satu juz tapi dalam rakaat tarawih maksimal setengah juz saja dibacakan sehingga durasinya akan lebih pendek,” tambahnya

Selain itu, selama pelaksaan salat tarawih Masjid Agung Al-Barkah Bekasi juga tidak meniadakan kultum atau ceramah. “Kultum juga kita tiadakan, jadi hanya salat tarawih saja,” ucapnya.

Persiapan lain, Masjid Agung Al-Barkah Bekasi telah memasang fasilitas cuci tangan di tiap akses masuk agar memudahkan jemaah menerapkan protokol kesehatan.

“Jadi nanti setiap jemaah akan dicek suhu badan sebelum masuk dan diarahkan untuk cuci tangan terlebih dahulu,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Ketua DKM Masjid Al-Barkah Ismail Hasyim juga menuturkan, kegiatan Ramadan saat ini ada program yang di tiadakan.

Salah satunya yang di tiadakan adalah kultum (tausiyah) dan one night one juz. Sementara yang tetap diadakan adalah membagikan takjil kepada musafir.

“Dari tiga program itu dua di antaranya kita tiadakan seperti one night one juz dan tausyiah. Takjil tetap kita adakan,” ucapnya.

Selanjutnya, untuk persiapan diakuinya sudah siap 100 persen siap menghelat tarawih saat Ramadan. ”Akan tetapi kami akan menerapkan Prokes dan penjagaan dengan ketat bagi yang datang ke Masjid Al-Barkah,”paparnya.

Selain itu, pihaknya juga mengikuti aturan dan edaran dari Wali Kota Bekasi dan Menteri Agama kaitan dengan konsep 50 persen dari kapasitas normal jemaah.

“Intinya kita akan ikuti anjuran dari Wali Kota dan Manteri Agama,” terangnya.

Dia juga menghimbau kepada warga masyarakat yang datang tarawih ke Masjid Al-Barkah untuk membawa perlengkapan salat sendiri. Mengunakan masker dan hand sanitizer sendiri.

“Kita harap warga masyarakat yang datang tetap menjaga Prokesnya. Dan membawa perlengkapan sendiri. Itu kita lakukan agar warga masyarakat aman dalam menjalankan ibadah salat tarawih,” ungkapnya. (pay)

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button