Perwakilan Kemensos Jenguk Korban Dugaan Asusila dan Perdagangan Manusia ⁣ ⁣

Perwakilan Kementerian Sosial (Kemensos) bersama dengan Dinas Sosial Kota Bekasi dan KPAD menjenguk P (15) di kediamannya wilayah Rawalumbu, Jumat (23/4). FOTO: POJOKBEKASI
Perwakilan Kementerian Sosial (Kemensos) bersama dengan Dinas Sosial Kota Bekasi dan KPAD menjenguk P (15) di kediamannya wilayah Rawalumbu, Jumat (23/4). FOTO: POJOKBEKASI



RADARBEKASI.ID, BEKASI – Perwakilan Kementerian Sosial (Kemensos) bersama dengan Dinas Sosial Kota Bekasi dan KPAD menjenguk P (15) di kediamannya wilayah Rawalumbu, Jumat (23/4).⁣

Kedatangan Pekerja Sosial Kemensos Sri Muslifah ke tempat itu dalam rangka trauma healing kepada P, yang  menjadi korban  dugaan asusila dan tindak pidana perdagangan manusia oleh AT, anak anggota DPRD Kota Bekasi tersebut.⁣

“Kami akan terus mendampingi korban dan keluarga disetiap penyidikan sampai nanti kasus ini selesai putusan serta memberikan dukungan dan support dan penguatan baik kepada korban dan keluarga,” ujar Kasie Anak dan Lansia Dinas Sosial Kota Bekasi Diar Airin, sebagaimana diberitakan pojokbekasi.com (Grup radarbekasi.id)⁣

Lanjut dia, Dinsos dan KPAD Kota Bekasi juga akan terus mendampingi korban dan keluarganya untuk pemulihan kondisi psikologi. Pendampingan korban saat menjalani perawatan di RSUD Kota Bekasi juga akan dilakukan.⁣

Komisioner Bidang Data dan Informasi KPAD Kota Bekasi Firli Zikrillah, menuturkan bahwa kehadirannya bersama jajaran Kemensos dan Dinsos Kota Bekasi adalah untuk mendampingi korban dalam pemulihan secara psikologis.⁣

BACA JUGA: Anak Anggota DPRD Terlibat Perdagangan Manusia

“Terkait perbincangan, Kemensos menawarkan agar keluarga dan korban untuk sementara bisa tinggal di rumah aman milik Kemensos,” kata Firli.⁣

KPAD Kota Bekasi juga akan terus mengawal jalannya kasus tersebut yang saat ini ditangani Polres Metro Bekasi Kota. Pihaknya juga terus melakukan komunikasi perkembangan kasus tersebut dengan keluarga korban.⁣

“Terkait apa saja yang dilakukan KPAD, sedari awal KPAD menerima laporan resmi pihak korban ke kami, KPAD terus mengawasa kasus ini baik dalam wilayah hukum mau pun kesehatan mental dan psikis anak. Artinya tiap saat komunikasi kami dengan anak dan keluarga terus kami lakukan,” pungkasnya. (oke/dil/pojokbekasi)⁣