Cikarang

RS Penuh, Pasien Covid-19 Sulit Dapat Perawatan

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi yang sedang membutuhkan perawatan banyak tidak terurus lantaran pihak rumah sakit menolaknya. Alasannya, karena ruang rawat sudah penuh.

Bahkan ada tiga rumah sakit yang menolak pasien Covid-19 tersebut, yakni RS Kasih Insani Sukatani, RS Bhakti Husada Cikarang, dan RSUD Cibitung.

Salah satu anak dari pasien Covid-19 yang mendapat penolakan, berinisial RR menceritakan, kejadian ini berawal saat orang tuanya sedang sakit dan dilakukan perawatan di rumah namun kondisinya tidak kunjung sembuh.

Hingga akhirnya, dia memutuskan untuk membawa orang tuanya ke klinik terdekat sekitar pukul 22.00 malam, Selasa (8/6). Sesampainya di klinik, petugas kesehatan klinik tersebut meminta orang tuanya melakukan swab antigen. Dan hasil swab antigen itu, orang tuanya positif Covid-19.

Kemudian, petugas kesehatan di klinik itu meminta orang tuanya dirujuk ke RS Kasih Insani Sukatani. Dengan membawa hasil swab antigen dan surat rujukan dari klinik, pihak RS Kasih Insani Sukatani, menolak untuk merawat. Alasannya ruangan rawat sudah penuh.

Lalu, RR memutuskan membawa orang tuanya ke RS Bhakti Husada Cikarang. Sayangnya, jawaban dari pihak rumah sakit sama bahwa ruang rawat sudah penuh. Kemudian, pihak RS Bhakti Husada Cikarang merujuk orang tuanya ke RSUD Cibitung. Namun, saat tiba di RSUD petugas kesehatan setempat juga menolaknya dengan alasan yang sama.

Saat itu, RR diminta keluar dari RSUD. Sampai akhirnya, setelah mencoba menjelaskan kepada pihak RSUD, orang tuanya beberapa jam baru mendapat perawatan. Itu pun hanya ditenda darurat yang berada di luar RSUD.

“Saya tiga kali mendapat penolakan, padahal sudah jelas orang tua saya positif Covid-19. Dan baru dapat kamar pukul 10.00 WIB di RSUD,” tuturnya kepada Radar Bekasi, Rabu (9/6)

Menyikapi itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah mengatakan, saat ini memang banyak RS yang sudah penuh pasien. Tapi, masih bisa ke RSUD Cibitung dengan membawa hasil swab PCR, karena memang keterisian kamar penuh. Pihaknya berencana untuk menambah ruang dan Tempat Tidur (TT).

“Memang banyak ruang perawatan RS yang sudah penuh. Kami akan menambah ruangan dan TT, dan sekarang lagi proses penambahan 200 TT di beberapa RS, karena setiap harinya masih terus bertambah. Minggu ini sudah dapat beroperasi,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Rusdi Haryadi mengungkapkan, persoalan ini bisa dilihat dari dua pendekatan. Pertama, pendekatan normatif atau disebut subtantif, dan kedua realitas. Menurutnya, pendekatan normatif atau disebut subtantif, tidak boleh rumah sakit itu menolak pasien dan harus tetap ditangani sebisa mungkin.

“Persoalan corona ini sangat serius, mestinya pihak rumah sakit swasta maupun pemerintah, harus punya keseriusan dan semangat yang sama. Setiap pasien yang masuk, harus benar-benar mendapat penanganan yang maksimal, tidak bisa disamakan dengan penyakit lain,” saran Rusdi.

Dia memastikan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan sesuai tupoksi, dalam hal ini pengawasan.

“Kami akan terus melakukan monitoring, bagaimana pelayanan rumah sakit dan tenaga medis dalam penanganan Covid-19,” tegasnya. (pra)

Related Articles

Back to top button