Warga Kedungjaya Tagih Program CSR PT BBWM

AREA PRODUKSI: Area produksi PT Bina Bangun Wibawa Mukti (BBWM) di Desa Kedungjaya Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi. IST/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Warga Kedungjaya, Kecamatan Babelan, hingga saat ini masih menunggu realisasi program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Bina Bangun Wibawa Mukti (PT BBWM), yang belum ada kejelasan.

Padahal, program tersebut sangat dibutuhkan warga yang tengah menghadapi kesulitan ekonomi pada situasi pandemi Covid-19. Direktur BUMDes Mitra Jaya, Masduki mengungkapkan, pada 2020 pihaknya mendapat program stimulus ekonomi pada bidang konveksi sebesar Rp20 juta beserta satu unit mesin jahit.


Lewat program itu, BUMDes Mitra Jaya, berhasil memberdayakan warga di Dusun 1 dan 3. Di Dusun 1 warga membuat sarung bantal, sementara di Dusun 3 membuat baju piyama.

“Yang belum direalisasikan PT BBWM, adalah penambahan modal awal seperti proposal yang sudah kami sampaikan. Dan itu belum termasuk operasional,” ucap Masduki, Rabu (30/6).


Kata dia, kendala yang dihadapi saat ini adalah pembuatan bahan tersendat lantaran keterbatasan modal. Padahal di satu sisi warga membutuhkan uang di tengah kondisi Covid-19 yang semakin mengganas.

Karena keterbatasan modal itu, bahan baku jadi berkurang dan BUMDes Mitra Jaya tak mampu memenuhi permintaan pasar.

“Sebenarnya kami ada rencana empat titik di empat dusun. dan sebelumnya baru ada dua titik, yakni dusun 1 dan dusun 3. Ada dua titik yang belum dijamah. Memang dari pihak BBWM, tidak ada penyebutan bulan untuk realisasi CSR, tapi tahun 2021 ini, sudah masuk pertengahan tahun, masih belum ada tanda-tanda,” beber Masduki.

Dia berharap, jika realisasinya bisa lebih cepat maka akan lebih baik, sehingga program stimulus usaha desa pada bidang konveksi dapat kembali berjalan.

Sementara itu, tokoh pemuda setempat, Min Fadhillah menambahkan, hingga pertengahan 2021 belum ada kejelasan perihal program CSR dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bekasi tersebut.

“Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang sedang memuncak seperti sekarang, dengan adanya bantuan CSR mungkin bisa membantu perekonomian desa,” tuturnya.

Ia menjelaskan, pemberian CSR berupa mesin jahit untuk Desa Kedungjaya dan dua desa lainnya di kecamatan tersebut dilakukan pada 2 Oktober 2020 dan pemberian stimulus terhadap program ekonomi desa sebesar Rp20 juta pada 3 November 2020.

“Sebetulnya, saat CSR mulai ada kembali kami sudah senang, ada perusahaan yang membantu warga desa. Dan kami berharap, setiap tahun PT BBWM rutin memberikan CSR kepada warga desa. Jangan sampai CSR itu hanya jadi alat politik untuk mempertahankan jabatan,” sindir Min.

Sebelumnya, Direktur Utama PT BBWM, Prananto Sukodjatmoko mengakui, akan mendukung program desa dalam pemberdayaan ekonomi terhadap warganya.

“Kami tunggu proposal lagi dari desa. Ini harus terlaksana dengan lancar. Momen ini jangan berhenti sampai di sini, harus terus berkelanjutan,” tutur Prananto pada 5 Oktober 2020 lalu.

Dia juga menyampaikan, PT BBWM akan berupaya semaksimal mungkin dalam membantu masyarakat, terlebih dalam situasi pandemi ini.

“Selain terus membantu penanganan dalam mencegah penularan Covid-19, kami juga berupaya perekonomian masyarakat,” ujarnya. (and/pms)