Bekasi

Langgar Hukum Demi Konten

Artis Tiktok Disidang Hari Ini

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Perkembangan media sosial di era digital saat ini telah beranjak menjadi ladang bisnis. Kini banyak lahir pesohor baru yang populer melalui media sosial seperti Instagram, Tiktok dan Youtube.Mereka berlomba membuat aneka konten dengan berbagai tujuan. Ada yang mengedukasi, atau sekadar ingin meningkatkan jumlah penonton (views) dengan membuat sensasi yang viral. Ironisnya, tak sedikit dari aksi mereka melanggar hukum hingga mempertaruhkan nyawa.

Di Bekasi, sejumlah aksi remaja demi konten membuat geleng kepala bagi yang melihat. Ada yang sampai berujung maut maupun mengganggu ketertiban umum. Terbaru, selebgram Julia Eka Putri alias Juy merayakan pesta ulang tahun saat masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di sebuah hotel di Kota Bekasi. Akibatnya,dia harus menjalani proses hukum.

Penelusuran Radar Bekasi di akun Instagram miliknya, ia telah mengunggah cuplikan video situasi kegiatan ulang tahun sebanyak tujuh kali, mendapat puluhan ribu like dari warganet. Tidak hanya video cuplikan kegiatan ulang tahun yang ia rayakan. Belakangan juga akun dengan 1,1 juta pengikut ini mengunggah permintaan maaf, ditambah dengan dua tangkapan video pemberitaannya setelah dipanggil oleh pihak kepolisian. Unggahan tersebut mendapat respon beragam dari warganet, memberi semangat, hingga menyayangkan perbuatannya.

Kuasa hukum Juy, Gusjoy Setiawan, mengatakan, kliennya telah jauh-jauh hari merencanakan acara pesta ulang tahun sebelum PPKM Darurat ditetapkan pemerintah.Kebetulan, hari ulang tahun kliennya yang jatuh pada tanggal 21 Juli kemarin, merupakan masa transisi perpanjangan PPKM Darurat menjadi level 4.

“Lalu yang perlu diketahui, klien saya ini sebenarnya enggak tahu kalau diperpanjang PPKM-nya. Tahunya tanggal 20 Juli itu terakhir PPKM darurat. Jadi klien saya tidak tahu,” ungkapnya.

Apalagi menurut Gusjoy, usia selebgram yang akrab disapa Juy tersebut masih berusia muda sehingga ia tak mengetahui secara mendalam mengenai peraturan PPKM level 4 yang melarang setiap orang untuk menggelar acara apa pun di ruang tertutup.

“Klien kami ini sadar, bahwa sekarang pandemi. Tapi kalau berbicara aturan, undang-undang, sistem PPKM bagaimana, ya enggak tahu. Karena umurnya mereka masih muda. Masih 18 tahun dan baru lulus SMA,” kata Gusjoy, kepada awak media.

Pakar Kajian Buaya, Endang Suryana Priyatna menilai pada masa modern ini masyarakat mengejar popularitas dengan cara apapun, tidak ada pertimbangan baik dan buruk sebagaimana nilai dalam kehidupan sosial.

Secara etimologi atau asal usul kata, popularitas berarti popular, digemari, atau disukai orang. Saat ini, popularitas dikejar sekalipun melalui jalan yang disukai dan digemari, bahkan hingga melalui jalan kebencian orang lain.

“Apapun itu, disukai ataupun dibenci, intinya dia akan menjadi semakin terkenal. Jadi artinya, kalau dikaitkan dengan value (nilai), ngomong popularitas nggak akan ada kaitannya dengan value bagi mereka,” paparnya.

Masuk pada zaman media sosial, popularitas dikejar dan bermuara pada pendapatan. Popularitas masyarakat atau seseorang tidak lagi berarti disukai atau dibenci, tapi sama dengan pendapatan atau uang.

Pada masa ini muncul istilah selebgram atau artis Instagram, hingga seleb Tiktok. Aktivitas dan perhatian publik yang semakin banyak tercurah kepada media sosial pun menjadi salah satu instrumen untuk menyusun kebijakan, dimana berperan untuk menopang popularitas karakter seseorang, hingga berbagai isu.

“Intinya yang menjadi konsen kita adalah ketika suatu popularitas menjadi takaran akan suatu realitas (kehidupan nyata) yang terjadi di realitas sosial. Antara popularitas yang terjadi di sosial media seolah-olah merepresentasikan realitas sosial yang ada di keseharian kita,” ungkapnya.

Pernyataan atas ketidaktahuan terhadap situasi PPKM level empat dibantah oleh akademisi Universitas Bhayangkara Jaya, Novrian. Menurutnya, saat presiden telah mengumumkan melalui siaran media massa, maka masyarakat sudah harus mengetahui situasi yang diputuskan, terlebih PPKM beberapa pekan ini hangat menjadi perbincangan publik.

Ia menilai keputusan pemerintah untuk memberlakukan PPKM terakhir kali guna meringankan beban masyarakat, terutama pedagang untuk kembali beraktivitas, meskipun masih dengan ketentuan pengetatan. Ditengah situasi pelik yang dialami oleh masyarakat, ia mewanti-wanti untuk tidak dimanfaatkan oleh sebagian kecil kelompok masyarakat dengan melanggar peraturan.

“Dan nanti orang menganggap oh boleh loh pesta, mengadakan kegiatan-kegiatan yang hura-hura, sedangkan kondisi masyarakat kita saat ini sangat ironis dalam kondisi mencari uang susah, banyak yang dirumahkan, banyak yang PHK,” ungkapnya.

“Publik figur yang sehat itu justru akan membuat masyarakat kita sehat, cerdas, publik figur yang penuh dengan konflik itu justru akan menghasilkan masyarakat kita yang orientasinya juga konflik,” tandasnya.

Rekan satu konten dengan Juy, Muhammad Novan Ramadhana menyampaikan bahwa ia sudah berteman dan membuat konten media sosial bersama sejak di Samarinda, sebelum akhirnya hijrah ke Jakarta. Mereka berdua tidak bekerja sendirian, ada tim yang merancang tiap konten hingga siap dipublikasikan di akun media sosial.

Diketahui, ia dan Juy telah memiliki jutaan pengikut di akun media sosial mereka. Dari hasil itu, dalam periode satu bulan pendapatan yang diraup mencapai puluhan juta. Selama ini mereka membuat konten drama sejak 2019, mulai merangkak naik pada awal tahun 2020, dipilih saat banyak warganet menyukai suatu konten.

“Contoh hari ini kontenku down (turun) parah, pusing nih, mikir konten apa yang biar menarik lagi, tanpa masalah,” katanya saat menemani Juy memenuhi panggilan pihak kepolisian.

Satu kuncinya, konsisten membuat dan mengunggah konten di media sosial, bagi Novan cukup satu konten setiap hari, lebih dari itu lebih baik. Perjalanan mereka tidak mudah, Novan mengaku kerap meninggalkan jam sekolah demi kontennya.

“Sama halnya aku juga dulu sering bolos sekolah atau apa cuma mementingkan konten, sampai dimarahi orang tua abis itu pas kena amblesnya gua kena kecelakaan,” tambahnya. (sur/pjk)

Related Articles

Back to top button