BEKACITIZEN

Nasihat Waktu Kepada Manusia

Oleh : Achmad Muwafi Lc, Kepala SDIT Baitul Halim Tambun Bekasi

Oleh. Achmad Muwafi, Lc Kepala SDIT Baitul Halim Tambun Bekasi

RADARBEKASI.ID, BEKASI – DIANTARA nikmat Allah swt yang seringkali dilalaikan oleh kebanyakan manusia adalah nikmat kesehatan dan waktu. Hal ini sesuai dengan sabda baginda Nabi Muhammad saw, dari Ibnu Abbas ra dia berkata, Rasulullah saw bersabda “Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu pada keduanya, yaitu nikmat kesehatan dan waktu senggang”. (HR. Bukhari)
Seseorang yang beriman, tidak akan menyia-nyiakan waktu sedikitpun. Ia akan senantiasa memanfaatkan waktunya untuk mendekatkan diri kepada Allah swt dengan memperbanyak amal kebajikan, amalan yang pahalanya bisa dipetik tanpa henti.

Waktu memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam. Sehingga di dalam Al-Quran, terdapat beberapa nama surat yang diawali dengan konsep waktu, seperti Walfajr (Demi waktu fajar), Wadhuha (Demi waktu dhuha), Wannahari (Demi waktu siang), Wal’asri (Demi waktu asar), dan Wallaili (Demi waktu malam). Hal ini menunjukkan bahwasannya Allah swt memberikan perintah-Nya supaya kita memperhatikan dan memanfaatkan waktu dengan baik.
Nabi Muhammad saw bersabda, “Jagalah lima perkara sebelum (datang) lima perkara (lainnya). Masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu dan hidupmu sebelum matimu.” (HR Nasai dan Baihaqi).

Hadist ini menerangkan kepada kita supaya menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya, memanfaatkan secara maksimal untuk beribadah serta melakukan pekerjaan atau aktifitas yang bermanfaat, baik untuk urusan dunia maupun akhirat.

Ibnu Umar ra pernah menuturkan, “Jika engkau berada di sore hari, janganlah menunggu pagi hari. Dan jika engkau berada di pagi hari, janganlah menunggu sore hari. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum sakitmu dan hidupmu sebelum matimu.”

Imam Mujahid ra berkata, “Tidaklah suatu hari datang kepada manusia kecuali hari tersebut akan berkata, “Wahai anak Adam, aku telah mendatangimu pada hari ini dan aku tidak akan kembali kepadamu besok, maka lihatlah apa yang akan engkau kerjakan terhadapku.”
Dikisahkan suatu hari Amir bin Abdul Qais ra melewati orang-orang yang pemalas dan senang menganggur.

Mereka berbincang-bincang tanpa arah, lalu menyapa Amir dengan mengatakan, “Kemarilah, duduklah bersama kami.” Lalu beliau menjawab, “Tahanlah matahari agar ia tidak bergerak, baru saya akan bergabung bersama kalian.”

Demikianlah kesungguhan para ulama dalam menjaga waktu. Mereka menilai waktu lebih berharga dari pada harta kekayaan sebanyak apapun. Sehingga akhlak para ulama ini dapat diteladani oleh siapapun yang memperhatikan waktu dengan baik.

Allah swt berfirman, “Dan Dia yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau yang ingin bersyukur.” (QS. Al-Furqon: 62)
Semoga Allah swt selalu membimbing kita sehingga kita bisa mengisi waktu dengan perkara yang akan menjadikan ridha-Nya. amin. (*)

Related Articles

Back to top button