Komisi III Dorong Kualitas Infrastruktur Harus Lebih Baik

Kanan: Plt Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi, Suhup. Kiri: Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Cecep Nur.

CIKARANG PUSAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, mengajak seluruh elemen ikut melakukan pengawasan proses pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bekasi. Hal itu diperlukan, untuk meningkatkan kualitas infrastruktur yang sedang berjalan.

 


“Untuk saat ini, 97 persen kegiatan tander sudah selesai. Dan sebagian kegiatan fisik, juga sudah berjalan,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi, Suhup, kepada Radar Bekasi, Minggu (10/10).

 


Ia menyampaikan, pihaknya siap dikritisi untuk meningkatkan kualitas pembangunan yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

 

Meskipun ada sekitar Rp 11 miliar lebih anggaran refocusing, namun pihaknya tetap melakukan pembangunan yang sudah direncanakan, dan telah masuk dalam Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD).

 

“Tahun ini, fokus pembangunan infrastruktur adalah yang berkualitas. Sehingga manfaatnya, dapat dirasakan oleh masyarakat,” beber Suhup.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi, Iwan Ridwan, menyampaikan hal senada dalam peningkatan pembangunan infrastruktur.

 

“Kami siap, dan terbuka untuk dilakukan pengawasan oleh semua pihak, supaya pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bekasi, bisa lebih baik,” harapnya.

 

Sedangkan Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Cecep Nur menjelaskan, pihaknya sudah beberapa kali meninjau langsung ke lapangan, sebagai fungsi kontrol untuk memaksimalkan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bekasi:

 

“Pada sejumlah kegiatan, kami sudah turun ke lapangan. Salah satunya proses lanjutan pembangunan Jalan Inspeksi Kalimalang, serta sejumlah pembangunan gedung sekolah. Dan kami harap, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bekasi yang menangani bidang konstruksi, agar lebih maksimal, dan jangan kecewakan masyarakat dengan kualitas pembangunan infrastruktur yang tidak baik,” imbuhnya. (and)