Penanganan Anjal Diminta Serius

RADARBEKASI.ID, BEKASI SELATAN- Keberadaan anak jalanan (Anjal) masih kerap dijumpai di wilayah Kota Bekasi. Mereka kerap melakukan aktivitas di pusat kota. Kondisi ini diminta turut disikapi serius Pemkot Bekasi dengan melakukan pembinaan.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi mengatakan,dinas terkait seperti DP3A dan Dinsos harus berperan aktif. “Ya memang kalau anak jalanan itu Dinsos. Maka kita minta Dinsos dan DP3A itu bersinergi mengatasi persoalan-persoalan anak tersebut,” katanya.


Ditegaskannya jangan saling lempar tanggung jawab, karena hal tersebut adalah permasalahan yang harus diatasi. “Kita minta pihak-pihak bersinergi. Untuk persoalan anak-anak yang disinyalir dieksploitasi,” ucapnya.

Kota Bekasi sebagai kota urbanisasi sehingga perlu program yang dinilai tepat termasuk fasilitas yang memadai, menyelesaikan persoalan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang dapat memicu upaya eksploitasi anak.


“Saya juga harap persoalan anak-anak jalanan ini dapat diselesaikan kepada pihak-pihak terkait Dinsos dan DP3A,” tukasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bekasi, Makbullah mengatakan, pihaknya dalam hal ini sebagai penerima pengaduan saja. Apabila ada anak mengalami kekerasan seksual maupun fisik.

“Kita menerima pengaduan , ditindaklanjuti dengan konseling , mediasi oleh psikolog dan kerjasama dengan unit PPA Polres kota Bekasi seperti kasus anaknya Anggota Dewan tuh yang menjual gadis di bawah umur itu kita tangani,” katanya.

Tidak hanya itu, lanjut dia, pihaknya juga telah bekerjasama dengan para lurah dan camat serta OPD terkait dinsos, disdik dan lain-lainnya.

Hal itu diakuinya sesuai kebutuhan dari kasus-kasus yang dihadapi. Kalau untuk anak-anak jalanan dijelaskannya itu ranah dan tugasnya Dinas Sosial (Dinsos).

Akan tetapi dengan adanya tren manusia silver di kota Bekasi dari DP3A berkoordinasi dengan dinsos untuk melakukan pembinaan dan pengarahan.

“Kita juga mengarahkan untuk anak-anak jalanan. Pemerintah juga kita harap dapat membuka lahan pekerjaan yang baru,” ucapnya.

Ia juga mengaku, dengan potensi adanya eksploitasi anak upaya DP3A yaitu dengan berkoordinasi RT RW dan warga di sekitar guna menggali informasi kebenarannya.

“Apabila benar untuk dievaluasi keadaan anak tersebut diamankan bekerjasama dengan psikolog dan kepolisian. Sementara upaya kita hanya sebatas pendampingan dan sosialisasi saja,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Bekasi, Epih Hanafi mangaku, untuk penanganan anak jalanan itu pihaknya bekerjasama dengan Satpol PP Kota Bekasi.

“Sehingga saat Satpol PP melakukan razia nantinya akan di serahkan ke Dinsos untuk dilakukan pembinaan. Sementar itu saja yang bisa saya sampaikan,” singkatnya.(pay)