Berita UtamaPendidikan

Vaksinasi DT Bisa Lindungi Siswa

DISUNTIK VAKSIN: Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin DT kepada siswa di SDN Jatiasih X Kota Bekasi, Selasa (16/11). Vaksinasi DT kembali dilakukan bagi siswa SD pada bulan ini guna meningkatkan kekebalan tubuh mereka sehingga terhindar dari penyakit. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Vaksinasi Difteri Tetanus (DT) kembali dilakukan bagi siswa SD di Kota Bekasi. Vaksinasi ini bisa melindungi siswa dalam beraktivitas di sekolah.

Pada Selasa (16/11), vaksinasi DT dilakukan di SDN Jatiasih X Kota Bekasi dengan menerapkan protokol kesehatan. Sebanyak 230 siswa di sekolah itu menerima suntikan vaksin DT dari tenaga kesehatan puskesmas setempat. Rinciannya, kelas 1 dan 2 masing-masing berjumlah 90 orang, serta kelas 5 berjumlah 50 orang.

Dari pengamatan Radar Bekasi, raut wajah para siswa nampak ketakutan dan tegang saat disuntik vaksin DT. Tak sedikit dari mereka memeluk erat sang guru yang mendampingi.

Bidan Muda Pelaksana Pembina Wilayah Jatiasih Ita Julia menyampaikan, vaksinasi DT kembali dilakukan mulai November ini bagi seluruh siswa SD kelas 1,2 dan 5.

“Ini merupakan salah satu program pemerintah yang wajib dilakukan bagi siswa kelas 1, 2 dan 5. Kali ini merupakan giliran siswa SDN Jatiasih X,” jelas Ita, kemarin.

Vaksinasi DT ini akan cukup membantu menambah kekebalan daya tahan tubuh siswa selama melakukan aktivitas belajar di sekolah pada masa pandemi Covid-19.

“DT ini kan singkatan dari Difteri Tetanus. Nah Difteri ini gejalanya tuh hampir sama kayak Covid-19, demam, pilek, dan batuk. Jadi insyaallah vaksinasi DT ini bisa menjadi salah satu untuk melindungi siswa dalam beraktivitas,” terangnya.

Vaksinasi DT bagi siswa sempat tidak dilakukan di sekolah karena melonjaknya kasus Covid-19. Namun bulan ini kembali dilakukan sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan siswa.

“Sempat tidak ada karena Covid-19 sedang tinggi-tingginya, jadi baru dimulai kembali pada bulan ini. Dan targetnya akhir November selesai,” pungkasnya.

Wali Kelas 1 SDN Jatiasih X Kota Bekasi sekaligus koordinator kegiatan vaksinasi DT Banayaningsih menyampaikan, pihaknya merasa tidak kesulitan untuk meyakini orang tua siswa agar anaknya mengikuti vaksinasi DT.

“Pihak puskesmas mengabari kita seminggu sebelum berlangsungnya acara, dalam waktu seminggu itu kita memberikan informasi dan form persetujuan kepada orang tua siswa untuk mengikuti vaksin DT. Alhamdulillah semua orang tua respon baik,” terangnya.

Kendati demikian, hanya 85 persen siswa yang mengikuti vaksinasi DT. Sisanya 15 persen siswa tidak diizinkan orang tua mengikuti kegiatan ini dengan berbagai alasan.

“Dari 284 siswa, hanya ada 230 siswa yang mengikuti vaksin. Ada yang anaknya lagi sakit, ada yang sudah di puskesmas dan ada juga yang gamau karena kata nya anaknya sudah cukup aman tanpa di vaksinasi DT,” ucapnya.

Salah satu orang tua siswa kelas 2 SDN Jatiasih X Kota Bekasi Masdariah mengungkapkan, dirinya tidak takut untuk mengizinkan anaknya mengikuti vaksinasi DT.

“Alhamdulillah saya percaya bahwa vaksin ini untuk kesehatan anak saya, makanya saya mengizinkan,” ungkapnya. (dew/oke)

Related Articles

Back to top button