Sebagian SMK Baru Gelar Ujian Praktik Kejuruan

UJIAN PRAKTIK: Siswa jurusan Teknologi Farmasi SMKN 15 Kota Bekasi menyerahkan lembar ujian praktik kejuruan kepada siswa. ISTIMEWA
UJIAN PRAKTIK: Siswa jurusan Teknologi Farmasi SMKN 15 Kota Bekasi menyerahkan lembar ujian praktik kejuruan kepada siswa. ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sebagian SMK di Kota Bekasi baru mulai menyelenggarakan ujian praktik kejuruan bagi peserta didiknya.

SMKN 15 Kota Bekasi misalnya, sekolah ini baru melaksanakan ujian praktik bagi siswa pada Senin (29/11) hingga Rabu (1/12). Ujian dilaksanakan secara tatap muka dengan protokol kesehatan ketat.


“Kami baru melaksanakan penilaian praktek akhir semester bagi siswa kelas X, XI, dan XII,” kata Wakil Kepala SMKN 15 Kota Bekasi Bidang Humas  Dhani Irawan kepada Radar Bekasi, Senin (29/11).

Ujian praktik kejuruan ini untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa pada level tertentu sesuai kompetensi keahlian yang ditempuh selama masa pembelajaran. Dengan demikian, komponen nilai setiap jurusan berbeda-beda.


Hasil ujian praktik kejuruan ini, kata dia, menjadi salah satu nilai pelengkap penilaian akhir semester. Sehingga seluruh peserta didik wajib untuk mengikutinya.

“Nilai praktek ini akan masuk ke dalam rapor, sehingga dalam penilaian ini seluruh siswa wajib mengikuti. Kalo tidak mengikuti nilai rapor jurusannya kosong,” ujarnya.

Sementara, Wakil Kepala SMK Bisnis dan Teknologi (Bistek) Kota Bekasi Heri Riswanto mengatakan, ujian praktik kejuruan telah dilaksanakan sejak Oktober 2021.

“Ujian praktek penilaian akhir semester kami lakukan di sela-sela kegiatan belajar mengajar berlangsung agar penilaian bisa dilakukan dengan optimal dan tidak terburu-buru,” katanya.

Disampaikan Heri bahwa beberapa komponen penilaian ujian praktik kejuruan secara umum dapat dilihat dari beberapa aspek, seperti persiapan, proses, hasil dan sikap siswa.

“Penilaian secara umum dapat dilihat dari beberapa komponen tersebut, namun secara detail penilaian disesuaikan dengan program jurusannya masing-masing,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, ujian praktik kejuruan ini memiliki bobot nilai 70 persen dari nilai rapor semester. Oleh karena itu, wajib diikuti oleh seluruh peserta didik.

“Untuk nilai praktek kejuruan ini bobotnya adalah 70 persen, sisanya diambil dari penilaian akhir semester dan dari nilai harian untuk mata pelajaran lainnya,” katanya. Setelah ujian praktik kejuruan, siswa akan mengikuti penilaian akhir semester pada Desember mendatang. (dew)