Pendidikan

Guru Lebih Mudah Lakukan Pengembangan Diri

ILUSTRASI: Guru SMPN 29 Kota Bekasi menyampaikan materi pelajaran kepada siswa saat proses pembelajaran tatap muka secara terbatas. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Penyederhanaan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang sudah diterapkan selama satu tahun ini sangat dirasakan manfaatnya oleh para tenaga pendidik di Kota Bekasi. Dengan kebijakan itu, sejumlah guru dapat lebih efektif untuk melakukan pengembangan diri.

Dalam Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2019 tentang Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran guru sebagai pendidik diberi keleluasaan dalam menyusun RPP tidak berpatok pada 13 komponen RPP yang biasa dibuat. Pertimbangan penyederhanaan RPP yakni guru-guru sering diarahkan untuk menulis RPP dengan sangat rinci sehingga banyak menghabiskan waktu yang seharusnya bisa lebih difokuskan untuk mempersiapkan dan mengevaluasi proses pembelajaran itu sendiri.

Menurut guru SDN Jatimakmur V Kota Bekasi Zaenal, penerapan RPP satu lembar sangat dirasakan manfaatnya. “Pembuatan RPP 1 lembar jadi lebih ringkas, dan simple sehingga kami tidak diribetin dengan RPP yang berlembar-lembar,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Senin (20/12).

Melalui penyederhanaan ini guru dapat lebih efektif untuk melakukan pengembangan diri sebagai tenaga pengajar. Terlebih proses pengembangan diri saat ini lebih mudah didapatkan melalui workshop dan pelatihan secara daring.

“Saya sebagai guru saat ini bukan hanya dapat mengembangkan diri sendiri, tetapi bisa mengembangkan kemampuan teman-temen guru lainnya. Dengan media online yang sangat memudahkan kami,” katanya.

Sementara, guru SMAN 10 Bekasi Mariana mengungkapkan, penyederhanaan RPP dapat mempermudah guru dalam mengerjakan tugas-tugasnya. “Sebenarnya sama saja, hanya saja kita dipermudah dalam proses penyederhanaan RPP ini,” ucapnya.

Inisiatif penyederhanaan RPP ini didedikasikan untuk para guru agar meringankan beban administrasi guru. RPP yang sebelumnya terdiri dari belasan komponen, kini disederhanakan menjadi tiga komponen inti yang dapat dibuat hanya dalam satu halaman.

“Ada tiga komponen penting yang harus ada dalam pembuatan RPP, sementara komponen lainnya sebagai pelengkap. Dan ini dituangkan dalam satu lembar saja, ya sangat ringkas sekali,” katanya.

Melalui kebijakan tersebut, guru dapat lebih mudah melakukan pembaharuan dan inovasi dalam melakukan model-model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa dengan memperhatikan karakteristik siswa, sekolah dan daerah.

“Ada atau tidaknya RPP satu lembar ini sebenarnya kita sebagai guru harus berkembang, tetapi dengan kemudahan yang diberikan kita lebih mudah lagi dalam melakukan pengembangan diri,” tuturnya.

Hal senada disampaikan guru SMPN 29 Kota Bekasi Nining. Ia mengatakan, RPP yang dikemas lebih simple dan lengkap sudah dirasakan manfaatnya.

“Simple tapi lengkap, ini kata yang cocok untuk RPP satu lembar yang sudah diterapkan satu tahun ini. Kami memang sangat terbantu dengan kemudahan ini,” jelasnya.

Dikatakan, dengan penyederhanaan RPP pengembangan diri sebagai guru dapat dilakukan dengan lebih banyak waktu. “Mungkin lebih banyak waktu untuk melakukan pengembangan diri dengan cara mengikuti pelatihan dan workshop. Ini saya lakukan dan saya rasakan sendiri sebagai seorang guru,” pungkasnya. (dew)

Related Articles

Error, no group ID set! Check your syntax!
Back to top button