Polisi Belum Kenali Identitas Mayat Mengapung di Babelan

RADARBEKASI.ID, CIKARANG UTARA – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim( Polres Metro Bekasi, belum mengetahui identitas maupun penyebab kematian pria yang ditemukan oleh warga mengapung, di danau resapan air, Perumahan Villa Gading, Harapan 3, blok A RT 020 RW 012, Desa Kedungjaya, Kecamatan Babelan, Sabtu (1/1) lalu.

Alasannya, karena hasil otopsi jasad pria malang itu belum keluar. Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Aris Timang mengatakan, sampai saat ini belum diketahui identitas mayat tersebut, sebab warga sekitar lokasi penemuan, tidak ada yang mengenalinya.


Ia menduga, pria tersebut berasal dari luar Babelan.

“Identitasnya tidak ada, dan warga sekitar lokasi tidak ada yang mengenalinya. Kemungkinan bukan warga Babelan,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Senin (3/1).


Menurut Aris, mayat tersebut sudah berada di danau resapan sekitar dua sampai tiga hari, mengingat saat ditemukan, kondisinya sudah mengapung. Dari hasil identifikasi yang dilakukan, tidak ditemukan tanda-tanda adanya kekerasaan.

“Kami tidak menemukan tanda-tanda kekerasaan di tubuhnya. Setiap orang meninggal yang berada di air itu, awalnya akan tenggelam. Kemudian setelah dua sampai tiga hari, baru akan mengapung,” beber Aris.

Ia menyampaikan, usia korban diperkirakan sudah berusia dewasa dengan jenis kelamin pria. Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga, bisa langsung melapor ke Polsek Babelan dan Polres Metro Bekasi.

“Saya berharap, untuk masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya, segera melapor ke polsek setempat,” saran Aris.

Jasad remaja yang diduga berusia belasan tahun tersebut, pertama kali ditemukan oleh Yance (31), warga sekitar yang tengah melintas di jalan dekat danau. Saat itu, dirinya melihat benda yang sama dengan tubuh manusia mengambang di antara sampah, dan tumbuhan eceng gondok, di lokasi kejadian penemuan mayat.

“Saya lagi melintas, dan melihat dari jauh, itu kaya buntelan kaos. Begitu saya periksa, ternyata itu mayat yang mengambang, dan langsung melaporkan ke pengurus RW,” terang Yance. (pra)