Bekasi

Cabang Bungin Terancam Tenggelam

RADARBEKASI.ID, CIKARANG PUSAT – Ribuan warga Kecamatan Cabang Bungin Kabupaten Bekasi merasa was-was wilayahnya bakal tenggelam, setelah tanggul Sungai Citarum yang berada di Kampung Tepak Serang, Desa Lenggah Jaya, longsor dengan kedaleman empat meter, Minggu (2/2) dini hari. Padahal, tanggul yang memiliki panjang 700 meter ini masih proses pengerjaan perbaikan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum.

Longsornya tanggul Sungai Citarum ini membuat warga sekitar lokasi sangat terkejut, hal itu mengingat sampai sekarang ini masih masuk musim penghujan. Warga khawatir, saat malam hari ini ada air kiriman dari hulu Sungai Citarum. Tentunya, dengan kondisi tanggul seperti sekarang air akan langsung meluap ke pemukiman warga.

“Ya Allah warga disini sangat takut dengan longsornya tanggul ini, jarak rumah saya sama tanggul dekat bangat. Tanggul longsor saat sungai Citarum surut, setelah sebelumnya hujan deras,” ujar Warga Kampung Tapak Serang, Nisa Yuningsih (40), kepada Radar Bekasi, Selasa (4/1/2022).

Dari pantauan Radar Bekasi di lokasi, tanggul yang longsor cukup panjang. Bahkan, bantaran tanggul dengan pemukiman warga sudah sangat berdekatan, karena terkikis dengan longsor. Namun demikian, warga di sekitar tanggul masih beraktivitas seperti biasanya. Terlihat di dekat lokasi tanggul longsor ada tenda BPBD yang sudah berdiri.

Kepala Desa Lenggah Jaya, Sadih M Farhan mengatakan sebelumnya bantaran tanggul dengan rumah warga jaraknya tiga sampai empat meter, tetapi sekarang hanya tersisa setengah meter. Tentunya, kondisi ini membuat warga sekitar tanggul sangat cemas, mengingat apabila air meluap akan langsung ke pemukiman warga. Bahkan, se Kecamatan Cabang Bungin akan terdampak.

“Misalkan meluap, bukan hanya warga sekitar lokasi saja yang terdampak, bisa-bisa se kecamatan Cabang Bungin dilanda banjir. Bahkan, sampai Muaragembong. Warga sudah sangat cemas dengan longsornya tanggul Citarum ini,” tuturnya.

Dirinya sangat berharap, agar pihak BBWS Citarum bisa segera melakukan perbaikan tanggul yang longsor ini. “Saya berharap kepada BBWS agar lebih serius lagi penanganannya, supaya segera di permanen agar lebih tenang,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Camat Cabang Bungin, Asep Buchori menuturkan tanggul yang longsor ini memang harus segera diperbaiki. Sejauh ini kata dia, sudah melaporkan Pemerintah Kabupaten Bekasi, agar bisa berkirim surat ke BBWS Pusat dan Kementerian PUPR. Karena perbaikan tanggul ini bukan pekerjaan daerah. Tapi melainkan pekerjaan pusat.

“Memang harus segera diperbaiki, dari lima titik tanggul kritis di Cabang Bungin, paling parah disini. Longsor ini kedalamannya mencapai tiga sampai empat meter, sementara untuk panjang sekitar 300 meter dari 700 meter yang ada,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln menjelaskan berdasarkan hasil laporan Camat Cabang Bungin ke Bupati Bekasi, beberapa OPD seperti BPBD, Dinas Sosial, dan lainnya, yang terkait tentang kebencanaan untuk mendatangi lokasi. Saat ini, Kabupaten Bekasi masih siaga darurat, belum masuk tanggap darurat.

Kata Henri, dari data yang ada, tanggul kritis ada 55 sepanjang sungai Citarum di Kabupaten Bekasi. Sementara di Kecamatan Cabang Bungin ada lima titik. Sebenarnya, dari tahun lalu BPBD sudah meninjau tanggul kritis ini. Dan sudah ada upaya teknis. Termasuk saat rapat dengan BBWS Citarum, sudah ada upaya, tetapi ini memang ada kondisi dari kelabilan tanah tanggul yang mengakibatkan secara teknis longsor.

“Kita doa bersama, mudah-mudahan tidak terjadi tanggul jebol seperti di Pebayuran, banyak upaya yang bisa kita lakukan untuk pencegahan,” katanya saat meninjau ke lokasi tanggul longsor.

Selasa kemarin, pihaknya membentuk tim inisiasi cepat di Kecamatan Cabang Bungin, dengan membuat posko pengungsian di kantor Kecamatan Cabang Bungin. Kemudian mendirikan posko pantau di dekat tanggul yang longsor. Termasuk membuat jalur evakuasi sebagai langkah preventif apabila tinggi muka air Citarum meningkat atau naik.

Namun demikian dirinya mengaku, sudah berkoordinasi dengan BBWS Citarum agar bisa merekayasa air. “Kemarin saya sudah sampaikan ke BBWS, bisa nggak untuk tinggi muka air dan debit volumenya direkayasa, supaya dalam kondisi seperti ini tidak ada peninggian muka air,” katanya. (pra)

Related Articles

Error, no group ID set! Check your syntax!
Back to top button