Politik

Kenaikan Harga Sembako, PKS Minta Pemerintah Tegas

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kabupaten Bekasi menduga kenaikan harga kebutuhan bahan pokok di akhir tahun 2021 sampai sekarang ini disebabkan adanya permainan dari pihak swasta yang ingin mengambil keuntungan besar. Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan turun untuk memastikannya.

“Saya menduga, bahwa naiknya harga-harga bahan pokok ini adalah permainan pihak swasta yang ingin mengambil sebuah keuntungan,” ujar Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bekasi, Uriyan Riana, kepada Radar Bekasi, Selasa (4/1).

Untuk diketahui, bahan pokok yang mengalami kenaikan di awal tahun 2022 seperti Cabai, Telur, Beras, Daging Sapi, Bawang Merah, Bawang Putih, Minyak Goreng, Gula Pasir, dan beberapa lainnya.

Uriyan menyampaikan, masalah ini menjadi kewenangan Pemerintah Pusat, yakni Kementerian Perdagangan. Menurutnya, alasan kenaikan ini karena adanya kekurangan stok persedian di lapangan, sehingga permintaan di pasar itu menjadi banyak. Sebenarnya, ini tidak perlu terjadi apabila persedian sembako itu banyak.

“Sekarang semua naik, sebenarnya ini tidak perlu terjadi jika pemerintah betul-betul mempersiapkan stok sembako ini tersedia dengan maksimal,” tukasnya.

Pria yang juga sebagai Sekretaris DPD PKS Kabupaten Bekasi ini menegaskan, pemerintah harus memiliki sikap yang tegas, dengan melakukan pemantauan terhadap distribusi pangan, sembako, gas, dan lain sebagainya. Pasalnya, distribusi ini dipantau oleh Kementerian Perdagangan, kemudian di bawahnya ada dinas-dinas, baik itu di provinsi maupun kabupaten dan kota.

“Seharusnya memberikan sebuah kontrol di lapangan, sehingga pihak swasta itu tidak melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan,” ucapnya.

Kata Uriyan, mencari keuntungan itu sah-sah saja, tetapi tidak boleh memberatkan masyarakat. Maka dari itu pemerintah harus intervensi secara maksimal agar pihak swasta jangan terjadi kapitalisasi keuntungan. Hal itu mengingat, apa yang dilakukan pihak swasta cenderung menguntungkan sepihak, dan merugikan banyak pihak.

“Saya meminta dan menghimbau ke pemerintah agar intervensi, agar distribusi dan stok pangan sebagainya betul-betul bisa dipantau, sehingga tidak terjadi kenaikan-kenaikan. Kasihan masyarakat, sudah sulit dalam keadaan Covid ini, harga-harga sembako naik,” ungkapnya. (pra)

Related Articles

Error, no group ID set! Check your syntax!
Back to top button