Fasilitas Sekolah Disabilitas Kurang Memadai

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Fasilitas Sekolah Disabilitas Terpadu SDLB dan SMPLB Kota Bekasi kurang memadai. Padahal, sekolah yang dibangun oleh Pemerintah Kota Bekasi ini baru diresmikan pada 2020 lalu.

Guru SMPLB Rekso Wardoyo mengatakan, sekolah tempatnya mengajar memiliki buku bacaan dan Alquran braille yang bersumber dari beberapa relasi guru. Hanya buku pembelajaran yang kurang memadai.


“Kesulitan kita hanya pada media. Kalo disini medianya cukup atau mendukung, insya allah kita tidak terlalu kesulitan. Tapi kan kalo untuk sekarang aja ya, buku kita cari dari internet, dan itu harus ditulis ulang lagi atau didengarkan dengan media-media lain,” ungkap Guru SMPLB Rekso Wardoyo, Selasa (8/3).

Selain itu, sekolah yang hanya memiliki tujuh orang guru dan 25 murid tunanetra dan tunadaksa ini statusnya masih belum jelas. Sehingga masih bekerja sama dengan SLB lain.


“Sekolah kita masih kerjasama dengan SLB Negeri Bekasi Jaya karena sekolah kita masih belum memiliki status secara resmi, jadi kita bekerja sama dengan SLB lain,” kata Rekso.

Lebih lanjut, Rekso berharap agar sekolah disabilitas ini memiliki status yang jelas.. “Semoga kedepannya sekolah kita bisa mendapatkan status, dan kita bisa memberikan pelayanan yang baik kepada anak-anak kita, jadi kita tidak bergantung dengan SLB Negeri Bekasi Jaya lagi,” pungkasnya. (mg2)