Ini Kata Produsen Migor, Soal Kelangkaan Migor di Bekasi

GM Corporate Affairs PT Mikie Oleo Nabati Industri, Togar Sitanggang.

RADARBEKASI.ID, RAWALUMBU – Kelangkaan minyak goreng (migor) juga terjadi di Bekasi. Sejumlah warga yang akan membeli migor di minimarket dibatasi, maksimal hanya dua liter per orang. Dan mereka harus mencelupkan jari ke tinta sebagai tanda mereka membeli hanya dua liter.

Benarkah, kelangkaan ini disebabkan karena produsen migor mengurangi produksi dalam negeri dan mengalihkan untuk produksi pasar luar negeri?


PT. Mikie Oleo Nabati Industri (Musim Mss Group), salah satu produsen migor yang berada di Jalan Narogong Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, buka suara terkait masalah kelangkaan ini.

GM Corporate Affairs PT Mikie Oleo Nabati Industri, Togar Sitanggang mengungkapkan, produksi migor di pabriknya berjalan normal, baim sebelum dan sesudah adanya kebijakan dari pemerintah.


“Yang pasti tadi kita sudah sampaikan dan juga kita berikan data-datanya bahwa justru di bulan Februari itu boleh dibilang volume yang tertinggi yang pernah kita lakukan, jauh di atas yang di bulan januari. Maret sekarang masih berjalan tapi semoga juga angka di maret nanti volume Maret tuh hampir sama dengan yang di Februari,” kata Togar usai dikunjungi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Rabu (16/3).

Ia juga mengakui, penjualan pada bulan Januari, sekitar 3 juta liter, pada Februari 5,9 juta liter, tapi sampai dengan maret, kombinasi kemasan dengan curah sudah sekitar 1,7 juta liter.

“Ya itukan setengah bulan, mudah-mudahan nanti sampai dgn akhir tahun kita akan tetap berjalan normal minimum 3 juta liter kita jual selama bulan Maret,” ucapnya.

Lebih lanjut, seperti yang sudah didengar bersama dari keterangan pers Menko pak Airlangga bahwa nanti untuk minyak goreng curah ditentukan HET nya 14rb dan kemudian para produsen mendapatkan subsidi selisih antara harga keekonomian dengan harga tertinggi.

“Ini kita masih belum tahu kapan karena tadi kita sampaikan juga bahwa Permendag dan segala perangkat hukumnya sedang dipersiapkan mulai tadi malam. Saya belum cek apakah Permendagnya sudah keluar atau belum,” terangnya.

Sejauh ini Togar menegaskan bahwa stok produksinya sudah memenuhi kebutuhan pasar yang ada. Sebenarnya stok bukan melimpah, tetapi normal.

“Kalau kami disini normal, stok itu normal dan kita tidak ada kekurangan sama sekali,” ungkapnya. (pay)