Berita Bekasi Nomor Satu

Penerimaan Santri Baru Menurun

TADARUS: Santri Tahfidz DTI Kota Bekasi sedang tadarus Alquran, belum lama ini. Penerimaan santri baru menurun.  DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Penerimaan santri baru menurun. Kondisi tersebut dialami oleh sejumlah pesantren wilayah Kota Bekasi selama dua tahun pelajaran.

Dengan kasus Covid-19 yang mulai reda, diharapkan penurunan itu tidak terjadi lagi pada penerimaan santri baru tahun ini. Berdasarkan data Kemenag, pesantren di Kota Bekasi berjumlah 77 lembaga dengan total santri sebanyak 7.855 orang.

Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kota Bekasi Mulyadi menyampaikan, penerimaan santri baru di sejumlah pondok pesantren mengalami penurunan selama pandemi Covid-19 yang terjadi dua tahun belakangan ini.

“Dari 2020 saat adanya pandemi, penerimaan santri baru memang mengalami penurunan rata-rata, namun tidak semuanya,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Selasa (15/3).

Penurunan yang terjadi disebabkan oleh berbagai faktor. Utamanya karena masalah perekonomian masyarakat akibat dampak dari pandemi Covid-19.

“Alasannya mungkin sama dengan sekolah formal pada umumnya, yaitu karena adanya penurunan ekonomi yang mengakibatkan pemasukan masyarakat jadi menurun,” jelasnya.

Berdasarkan laporan yang diterima FKPP Kota Bekasi, penerimaan santri baru di sejumlah pesantren mengalami penurunan cukup besar. Secara persentase berada di angka 20 persen.

“Rata-rata penurunannya itu 20 persen, memang cukup besar sekali sih angka persentasenya,” tuturnya.

Penurunan itu salah satunya dialami oleh Pesantren Al Quran Fathimiyah Jatiranggon. Ia mengungkapkan, pesantren yang ia kelola sejak 2020 mengalami penurunan jumlah pendaftar.

“Saat ini di ponpes yang saya kelola jumlah santrinya ada 200 santri, biasanya bisa lebih dari itu. Penurunan rata-ratanya ya hampir 20 persen,” katanya.

Mulyadi menyampaikan bahwa rata-rata pesantren akan membuka pendaftaran bagi santri baru tahun ini pada Mei. Namun pembukaan pendaftaran bagi santri baru juga dapat disesuaikan dengan pimpinan pesantren masing-masing.

“Rata-rata ponpes akan buka pendaftaran di Mei, tapi biasanya sih gak serentak juga. Karena akan disesuaikan dengan keputusan pimpinan ponpes masing-masing,” pungkasnya. Penurunan jumlah santri baru tidak dialami oleh seluruh pesantren di Kota Bekasi. Seperti salah satunya pesantren Al-Hidayah Jatisari.

Pihak pesantren mengaku bahwa dalam dua tahun belakangan ini jumlah penerima santri justru meningkat sekitar 20 persen. “Betul, ponpes yang saya kelola memang mengalami peningkatan jumlah santri baru, persentase peningkatannya mencapai 20 persen,” ujarnya Pimpinan Pesantren Al-Hidayah Jatisari Ismail Anwar.

Menurutnya, peningkatan itu terjadi karena banyak orangtua di sekitar pesantren yang memilih memasukkan anaknya ke Pesantren Al-Hidayah Jatisari agar lebih fokus belajar. Ketimbang mendaftarkan anaknya ke sekolah formal yang belajar secara jarak jauh.⁣

“Di wilayah ponpes saya, rara-rata alasan orangtua memondokan anaknya agar lebih fokus belajar dibandingkan harus sekolah formal belajar di rumah karena PJJ,” ucapnya. (dew)