Gagal Jantung, RAP Anak Obesitas Meninggal Dunia

KAFANI JENAZAH: Anggota keluarga mengkafani jenazah RAP sebelum dimakamkan, di Babelan, Kabupaten Bekasi, Minggu (20/3). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Isak tangis keluarga mewarnai kepergian Rafka Adi Putra (RAP) (11), seorang anak asal Kampung Belendung, RT 021, RW 07, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

Bocah yang mengalami obesitas dengan bobot 126 kilogram ini, menghembuskan nafas terakhirnya saat menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Bekasi, Minggu (20/3).


Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD Kabupaten Bekasi, Alamsyah mengungkapkan, RAP meninggal dunia karena mengalami gagal jantung, saat menjalani perawatan.

“Anak tersebut wafat saat menjalani perawatan di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU), dan gagal jantung,” ujar Alamsyah kepada Radar Bekasi, melalui pesan singkat.


Sementara itu, orang tua RAP, Samin (49) mengatakan, anaknya dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi, karena mengalami keluhan pada bagian kedua kakinya, Jumat (18/3) lalu. Kemudian, mendapatkan perawatan intensif di ruang perawatan anak.

Pada Sabtu (19/3) kondisi RAP semakin menurun, dan dilarikan ke ruang PICU, hingga akhirnya meninggal dunia pada Minggu (20/3) pagi.

“Dalam pemeriksaan serta uji lab yang dilakukan pihak rumah sakit, RAP menderita penyakit komplikasi liver, jantung, serta asam urat, akibat berat badannya yang terus bertambah. Setelah subuh, RAP dikabarkan sudah tidak ada (meninggal, red), kata dokternya itu, jantungnya lemah,” tutur Samin, saat ditemui usai proses pemakaman anaknya, Minggu (20/3).

Lanjutnya, saat dilakukan perawatan di rumah sakit, kondisi RAP sempat membaik, meski berat badannya bertambah hingga mencapai 126 kilogram. Namun, kondisinya kembali menurun, hingga akhirnya meninggal dunia di ruang PICU RSUD Kabupaten Bekasi

RAP akhirnya dimakamkan di pemakaman umum, Kampung Belendung, tidak jauh dari kediamannya. Keluarga dan warga sekitar, turut mengantarkan jenazah RAP hingga ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Sementara itu, kakak kandung RAP, Nursadiyah (30) menyampaikan, saat dalam perawatan di rumah sakit, adiknya sempat mengalami sesak napas, dengan dibantu alat ventilator, serta ditangani oleh beberapa dokter spesialis.

“Perawatan di RSUD Kabupaten Bekasi sudah tiga hari dua malam, kondisinya terus menurun, dan dibawa ke ruang PICU,” beber Nursadiyah.

Ia mengaku, pihak keluarga telah merelakan kepergian adik kandungnya tersebut.

“Kalau kehilangan, iya tentu, tapi bagaimana pun, ini mungkin yang terbaik buat adik kami,” ucap Nursadiyah sambil menahan isak tangis. (pra)