Tambah Program Selama Ramadan

MENGAJI: Sejumlah warga ketika mengikuti pengajian Alquran di Ponpes Alquran Tamrinu-Shibyan, Desa Sukaasih Kecamaatan Sukatani, Kabupaten Bekasi. KARSIM PRATAMA/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pondok Pesantren Alquran Tamrinu-Shibyan, di Kampung Baru, Desa Sukaasih, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi menambah program selama Ramadan.

Selain program utama terkait pembelajaran Alquran ada pula kegiatan berkaitan yakni, saat bada Zuhur akan dilanjut pengajian Tajwid. Kemudian, setelah Asar persiapaan berdoa bersama hingga menjelang Magrib. Setelah tarawih akan dibagi dua gelombang, qiroat dan tilawah.


Pimpinan Pondok Pesantren Alquran Tamrinu-Shibyan, Mahmudin mengatakan, kondisi penyebaran Covid-19 yang telah menurun di Kabupaten Bekasi membuat Pondok Pesantren akan kembali mengagendakan sejumlah kegiatan di bulan suci Ramadan.

” Insya Allah kembali ke normatif dulu, walaupun demikian ketika Covid-19 kami tetap mengadakan pelajaran ini,” ujarnya kepada Radar Bekasi saat ditemui di Pondok Pesantren miliknya.


Pria yang pernah mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Bekasi saat Pilkada 2017 lalu ini menuturkan, spesialis pondok pesantren yang dipimpinnya ini murotal Alquran. Kemudian nanti ada tilawah. Serta pembelajaran tajwid.

“Tamrinu-Shibyan sebuah pesantren yang dari dulu spesialisnya Alquran, lebih-lebih di bulan suci Ramadan, Insya Allah kami menggeluti bidang Alquran. Karena Ramadan itu bulan Alquran,” jelasnya.

Untuk menjalani itu semua dirinya dibantu oleh saudara-saudaranya, yakni Ustad Sadeli dan Ustad Sayuti. Karena memang pesantren yang di dirikan tahun 2001 ini, berawal dari keluarga-keluarganya. Selain itu, dirinya juga mengatakan, bahwa di pondok pesantrennya ini ada tadarus selama bulan suci Ramadan.

“Ada juga spesialis bulan Ramadan di pesantren kami ini tadarus, kita wajibkan satu bulan ini minimal satu kali dengan taktil harus khatam, apalagi programnya harus lebih,” katanya.

Dirinya mengungkapkan, sebelum Covid-19 memang seperti ini. Tapi saat Covid-19 kegiatan-kegiatan tersebut dikurangi, karena memang harus terbatas. Untuk pelajaran-pelajaran tambahan lainnya dilakukan diluar Ramadan. (pra)