RADARBEKASI.ID, BEKASI – Guru mata pelajaran PPKn akan bertugas mengajar Pendidikan Pancasila saat mulai diterapkan pada tahun ajaran baru pada Juli mendatang.
Kepala SMP PGRI II Bekasi Ma’mun Murod mengatakan, penerapan mata pelajaran Pendidikan Pancasila akan mengambil dari guru mata pelajaran PPKn. Menurutnya, materi pada kedua mata pelajaran itu tidak terlalu jauh berbeda.
Dengan demikian, guru PPKn diyakini akan mampu mengajar Pendidikan Pancasila. “Dalam menguasai materi Pendidikan Pancasila nanti, guru PPKn cukup mumpuni untuk menjalankannya. Karena saya rasa materinya tidak jauh berbeda, hanya saja dalam Pendidikan Pancasila ini lebih mendalam dan lebih pada praktiknya,” tuturnya kepada Radar Bekasi, Selasa (12/4).
Demikian pula dengan waktu belajarnya. Sebelumnya mata pelajaran PPKn memiliki waktu belajar maksimal dua jam seminggu, sama dengan mata pelajaran Pendidikan Pancasila.
“Jadi tidak jauh berbeda,” katanya.
Sementara, Kepala SDN Jatimekar VI Kota Bekasi Agam mengatakan, mata pelajaran Pendidikan Pancasila masih akan dipegang oleh guru kelas.
“Di SD itu hanya ada guru kelas, guru bidang studi agama, dan guru bidang studi pendidikan olahraga. Jadi untuk mapel Pendidikan Pancasila masih dipegang oleh guru kelas,” jelasnya.
Penerapan mata pelajaran Pendidikan Pancasila akan dilakukan secara bertahap Dimulai dari kelas rendah yang pada tahun ajaran baru ini memasuki kelas 1 SD.
“Akan diberikan secara bertahap dimulai dari tahun ajaran baru ini, saya rasa guru kelas juga bisa cukup mengimbangi materi-materi dalam Pendidikan Pancasila,” katanya.
Sebelumnya mata pelajaran PPKn untuk kelas rendah diberikan maksimal satu jam pelajaran atau 35 menit. Kurang lebih waktu yang sama juga akan diberikan dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila.
Dikatakannya bahwa untuk mengoptimalkan penyampaian materi, peran Kelompok Kerja Guru (KKG) dan pengawas pembina sangat diperlukan agar dapat berperan lebih aktif untuk mengadakan pelatihan guru.
“Ini peran KKG untuk mengoptimalkan kemampuan guru sangat dibutuhkan, jadi guru benar-benar siap dengan materi yang ada dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila,” katanya.
Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PPKn SMP kota Bekasi Sutiyo menyampaikan, guru PPKn dinilai dapat menguasai mata pelajaran Pendidikan Pancasila.
“Saya rasa guru PPKn bisa mengimbangi, karena sejak dulu ada beberapa perubahan nama mata pelajaran dari Pendidikan Moral Pancasila (PMP) kemudian Pendidikan kewarganegaraan (PKn) dan saat ini jadi PPKn,” terangnya.
Meskipun nantinya akan ada adaptasi baru bagi sejumlah guru PPKn, kata dia, dalam penyampaian materi Pendidikan Pancasila tentu akan ada buku panduan yang akan diberikan kepada guru.
“Nanti kan ada buku panduan untuk guru dan siswa, jadi saya rasa guru bisa cukup mengimbangi,” katanya.
Selain itu pembahasan secara berkala juga akan dilakukan oleh sejumlah guru PPKn untuk memperdalam materi secara teori dan dan praktik dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila.
“Tentu kami akan melakukan diskusi dengan guru PPKn untuk membahas materi teori dan praktik yang ada dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila,” tukasnya. (dew)











