Pembelajaran Tatap Muka Terus Dilanjutkan

PULANG SEKOLAH: Sejumlah siswa beraktivitas di halaman SMP Negeri 2 Bekasi setelah melaksanakan kegiatan belajar tatap muka. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen yang sudah diselenggarakan oleh seluruh sekolah di Kota Bekasi terus dilanjutkan. Pasalnya tidak ditemukan kasus Covid-19 selama pelaksanaan sejak 4 April 2022 lalu.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi Krisman Irwandi mengatakan, bahwa evaluasi selama satu minggu pelaksanaan PTM 100 persen sudah dilakukan Disdik bersama dengan kepala sekolah. Hasil evaluasi, siswa, guru, maupun tenaga kependidikan tidak ada yang terpapar Covid-19.


“Dari hasil evaluasi kemarin dan laporan kepala sekolah, tidak ada cluster baru penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah. Yang artinya aman dan lancar,” kata Krisman kepada Radar Bekasi, Selasa (12/4).

Kendati demikian, Disdik meminta agar satuan pendidikan tidak melakukan pelonggaran terkait protokol kesehatan (prokes). Sebab meskipun aman potensi adanya klaster baru masih tetap ada.


“Kita minta sekolah jangan abai sama prokes, meskipun sudah cukup aman. Tapi kemungkinan ada penyebaran virus Covid-19 itu masih ada,” jelasnya.

Selain itu, sekolah juga diminta untuk tetap memastikan kesedian sanitasi sekolah, berupa masker, sabun cuci tangan, dan pengecekan suhu tubuh.

“Sanitasi prokes harus tetap diperhatikan, jangan sampai tidak ada dan jangan sampai tidak berfungsi,” tukasnya.

Sementara Kepala SMPN 28 Kota Bekasi Jajang mengungkapkan,  PTM 100 persen yang dilakukan di sekolahnya berjalan dengan baik.

“Setiap minggu PTM selalu ada laporannya, biar bisa dievaluasi apa yang kurang dan apa yang harus diperbaiki serta ditingkatkan,” ucapnya.

Selain itu kebutuhan sanitasi seperti sabun cuci tangan, penyemprot disinfektan, pengecekan suhu tubuh juga masih rutin dilakukan oleh sekolahnya.

“Beberapa hal mengenai prokes masih kita lakukan, karena kami pihak sekolah juga takut kalo ada yang terpapar Covid-19 karena abai sama prokes,” katanya.

Pelaksanaan PTM 100 persen yang saat ini kembali diterapkan membuat sekolah cukup berhati-hati untuk menjaga kesehatan siswa dan lingkungan sekolah agar tetap aman.

“Kami tidak ingin siswa kembali belajar di rumah, makanya kita hati-hati banget untuk tetap menaati prokes,” pungkasnya. (dew)