Waspada Lintasi ”Jalur Tengkorak”

Illustrasi : Pengendara sepeda motor melintas di Jalan Raya Narogong, Bantargebang, Kota Bekasi, Kamis (21/4). Pemudik sepeda motor diminta harus ekstra hati-hati saat melintas di Jalan tersebut karena banyaknya jalan bergelombang. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kejadian kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) kerap terjadi di Jalan Raya Narogong, Bantargebang Kota Bekasi. Sejak awal tahun hingga April 2022 sudah ada puluhan peristiwa laka lantas.

Kanit Lantas Polsek Bantargebang AKP Sopyan mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki Polsek Bantargebang sejak Januari hingga 22 April 2022 sudah ada 37 kasus kecelakaan, hingga menelan sepuluh korban jiwa.


“Adapun data lantas terhitung dari Januari sampai 22 April diantaranya meninggal dunia sepuluh orang, luka berat 29 orang, luka ringan sembilan orang, dan materi dua,” ujarnya saat dihubungi Radar Bekasi, Minggu (24/4).

Penyebab kecelakaan kata dia karena jalan yang bergelombang atau dalam kondisi rusak dan pengendara yang tidak patuh dengan rambu lalu lintas dan kurang waspada ketika berkendara.


“Faktor penyebabnya karena jalan nya yang bergelombang sama pengendara roda dua tidak patuh rambu lalu lintas yang mengakibatkan kecelakaan tersebut,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan Kanit Laka Lantas Polres Metro Bekasi Kota, AKP Farida. Ia mengatakan ada beberapa titik wilayah di Kota Bekasi yang memiliki tingkat kerawanan terjadinya kecelakaan lalu lintas pada awal tahun 2022. Seperti di Jalan Ir.H. Juanda dan Jalan Raya Narogong, Bantargebang.

“Wilayah yang rawan kecelakaan ada dua jalan seperti di Jalan Ir H Juanda dan Jalan Bantargebang,” ujar Farida.

Lanjut Farida jalur yang sering terjadi kecelakaan seperti di Jalan Raya Naragong, Bantargebang diduga disebabkan karena kerusakan ruas jalan, jalan yang sempit serta tidak adanya pembatas atau marka jalan. Pasalnya lokasi itu kerap dilintasi truk bertonase besar. Jalur itu juga kerap dijuluki ”Jalur Tengkorak” karena kerap terjadi kecelakaan.

“Khususnya wilayah narogong karena banyaknya volume kendaraan mobil besar serta pengendara roda dua yang melawan arus, menyalip yang sering terjadi kecelakaan. Adapun karena kurangnya luas jalan yang menyebabkan pengendara motor menyalip atau melewati trotoar yang akhirnya bisa tertabrak truk,” jelasnya.

Adapun menurutnya kecelakan khususnya wilayah Jalan Raya Naragong, Bantargebang kerap memakan korban jiwa. Terbaru kejadian menimpa seorang pengendara berinisial S yang terjatuh dan terlindas ketika akan mendahului truk. Insiden tersebut terjadi pada Rabu 20 April 2022 sekitar pukul 23.30.

“Dari awal tahun 2022 jalan narogong menjadi wilayah yang rawan kecelakaan. Diperkirakan mencapai 10 termasuk yang kemarin meninggal dunia. Sedangkan untuk daerah bulak kapal kisaran tiga kejadian kecelakaan meninggal serta ada juga yang luka berat,” tuturnya.

Adapun menjelang mudik Polsek Bantargebang tidak membuka posko pengamanan karena minim dilintasi pemudik khususnya ke daerah Jawa Tengah. Namun pengendara diminta tetap waspada, dan mentaati aturan rambu lalu lintas saat berkendara.(cr1).