Laka Fly Over Kranji Berulang

TABRAK WARUNG: Truk membawa peti kemas terguling dan menabrak warung di Jalan Jendral Sudirman, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Senin (9/4). Kecelakaan truk bernopol B 9377 YD tersebut diduga mengalami rem blong usai turun dari flyover Kranji. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kejadian kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) di Jalan Jenderal Sudirman, Bekasi Barat dekat fly over Kranji kembali terjadi. Diduga akibat rem blong, truk peti kemas menabrak kendaraan dan warung hingga terbalik, Senin (9/5).

Truk kontainer berplat B 9377 YD sempat menabrak sebuah mobil Toyota Calya bernopol A 1429 VO yang mengalami kerusakan pada bagian belakang mobil. Usai menabrak mobil, truk menabrak warung dan kantor biro jasa lalu terguling.


“Kendaraan jenis Calya tertabrak belakang, akhirnya menabrak salah satu warung. Informasi awal untuk kendaraan nanti ada petugas laka khusus yang akan menangani permasalahan ini,” ujar Bripka Hariyanto selaku anggota Satlantas Polres Metro Bekasi Kota saat ditemui di lokasi, Senin (9/5).

Diduga kontainer tersebut mengalami rem blong. Akibatnya bagian belakang truk pun menutupi satu ruas jalan yang berada di jalan raya tersebut. Arus lalu lintas dari arah Harapan Indah menuju Kota Bekasi mengalami kemacetan.


“Dugaan sementara akibat rem blong, kami pun mengajak dishub untuk mempercepat arus lalu lintas supaya arus ini cepat terurai,” tuturnya.

Lanjut Hariyanto, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Namun, sopir truk dilaporkan mengalami luka.”Untuk korban lain nggak ada, hanya sopir kontainer luka ringan, sementara dibawa ke Rumah Sakit Ananda,” tuturnya.

Sementara Khodrian (47) selaku pengemudi yang ditabrak oleh truk kontainer tersebut menerangkan, sebelum truk kontainer tersebut terguling sempat menabrak bagian belakang mobilnya lalu membanting setir ke kanan yang akhirnya menabrak salah satu warung.

“Saya di depan, mobil kontainer dari belakang turun (dari fly over) nabrak dari belakang terus mobilnya ngebuang ke kanan turus mepet lagi ke mobil saya mau nabrak saya double, terus saya minggir ke kiri sampai nyentuh pembatasan jalan. Saya berhenti terus di ngelewatin saya selepas lewatin pembatasan jalan terus nabrak warung itu,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Senin (9/5).

Diketahui Khodrian bersama keluarga hendak menuju Kawasan Puncak Bogor namun naas insiden tersebut menimpanya. Namun beruntung dirinya dan keluarganya tidak mengalami luka-luka, hanya bagian belakang mobil saja yang mengalami kerusakan cukup parah.

“Alhamdulillah kita baik-baik saja gak ada yang luka-luka hanya bagian belakang mobil saja yang rusak. Saya dari Harapan Indah mau ke puncak ada acara keluarga. Saya sama keluarga dan keponakan,” jelasnya

Peristiwa yang terjadi pukul 13.30 itu, truk baru bisa dievakuasi pukul 16.00. Kemacetan sempat terjadi hingga pukul 15.00 sebelum evakuasi berlangsung.

Diketahui, kejadian kecelakaan di lokasi itu bukan kali pertama terjadi. Awal tahun lalu, kejadian laka lantas juga terjadi di dekat fly over Kranji. Kecelakaan maut menyebabkan dua pengendara motor tewas di lokasi usai menabrak pembatas jalan dan beton tiang reklame, tepat di atas fly over Kranji pada Rabu (12/1/2022).

Pada 31 Oktober 2019 lalu sebuah truk bermuatan minuman bersoda juga sempat terguling. Kejadian ini diduga dipicu akibat sopir truk mengantuk ketika melaju membawa muatan seberat 18 ton.

Sebelumnya pihak Dinas Perhubungan Kota Bekasi sempat menanggapi maraknya kecelakaan lalu lintas di lokasi tersebut.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Bekasi, Teguh Indriyanto, mengatakan pihaknya meminta para pengendara untuk berhati-hati setiap melintasi jalur tersebut.

Menurut Teguh, ada tiga faktor penyebab kecelakaan yang terjadi di sana. Pertama, faktor human error, lalu faktor kendaraan, dan juga infrastruktur.

“Dari si supirnya atau pengendaranya entah dia mengantuk, entah kecermatan dan sebagainya. Kedua dari kendaraannya, layak uji atau tidak. Ketiga dari infrastruktur jalan,” ungkapnya (23/1).

Dia mengimbau agar para supir untuk segera beristirahat ketika sudah merasa kelelahan. Sedangkan pihak perusahaan angkutan atau barang, harus menjaga kondisi kendaraannya dalam kondisi prima. “Nah dari pemkot sendiri, dari pemerintah kita Kan concern ke infrastruktur jalannya, misalnya ada jalan berlubang, coba kita perbaiki,” pungkasnya.(cr1/one).